Berita Palembang

'SAYA TIDAK TAHU DIAJAK MALING' Bobol Brangkas Indomaret di Palembang, 2 Pria Asal Lahat Dibekuk

Dua pria asal Lahat diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Kalidoni Palembang karena terlibat upaya bobol brangkas minimarket di daerah Celentang.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Oki Pramadani
Dua pria asal Lahat diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Kalidoni Palembang karena terlibat upaya bobol brangkas Indomaret di daerah Celentang, Selasa (16/8/20220 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua pria asal Lahat diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Kalidoni Palembang karena terlibat upaya bobol brangkas Indomaret di daerah Celentang.

Kedua pelaku yang melakukan pembobolan brangkas Indomaret di Celentang adalah Mardiansyah (29) dan Yuliantardi (56). Kini Keduanya telah diamankan di Polsek Kalidoni

Sedangkan rekan mereka berinisial HG yang tak lain adalah otak pelaku membobol brangkas Indomaret di Celentang masih buron (DPO) dan satu orang lagi yakni Randi kini menjalani penahanan di Polsek Sako.

Dihadapan polisi Mardiansyah mengaku, dirinya dan Yuliantardi hanya bertugas untuk mengantar HG dan Randi yang saat itu meminta untuk diantarkan ke minimarket di kawasan simpang Celentang.

"Saya tidak tahu kalau mau diajak maling," katanya, Selasa (16/8/2022).

Mardiansyah mengungkapkan, mereka hanya diajak HG (DPO).

"Karena dia orang satu kampung jadi kami tidak mikir jahat. Kami percaya saja waktu dia minta antar," ujarnya.

Dengan menggunakan dua sepeda motor, Mardiansyah, Yuliantardi, HG dan Randi lalu berboncengan menuju ke Indomaret Simpang Celentang Kecamatan Kalidoni Palembang, Jumat (3/8/2022) sekira pukul 01.50 WIB.

Mereka juga membawa alat yang digunakan untuk membobol brangkas di minimarket tersebut yakni tabung gas 3 kilogram serta 1 set alat las.

Saat diminta memperagakan cara kerjanya, baik Mardiansyah maupun Yuliantardi sama-sama mengaku tidak tahu.

"Karena kami baru sekali ngantar mereka terus juga kami tidak masuk ke dalam (Indomaret), jadinya kami tidak tahu," ujarnya.

Kapolsek Kalidoni, AKP
Dwi Angga Cesario didampingi Kanit Reskrim Ipda Mustaufik mengatakan, barang bukti berupa gas 3 kilogram serta 1 set alat las ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku.

Sebab aksi tersebut diketahui oleh warga sekitar.

"Saat sedang mengelas brangkas toko, tiba-tiba alarm yang dipasang berbunyi. Jadi mereka cepat-cepat kabur dan meninggalkan barang bukti di TKP," ujarnya.

Namun perbuatan mereka nyatanya terekam seluruhnya oleh kamera CCTV dan menjadi alat bukti bagi polisi.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP Jo Pasal 53 KUHP.

"Ancamannya paling lama 7 tahun dan dikurangi seperti karena mereka ini melakukan percobaan.

Mereka bertugas menunggu diluar, tapi aksinya ketahuan warga," terang dia.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved