Sriwijaya Post x WikiGambut Sumsel, Menilik Sisi Lain Masyarakat Desa Melalui Photostory

'Menilik Sisi Lain Masyarakat Desa melalui Photostory' menjadi tema pelatihan Jurnalistik yang digelar WikiGambut Sumsel bersama Sriwijaya Post.

Dok. Wiki Gambut Sumsel
Ahmad Sadam Husen (baju biru Sriwijaya Post-Tribun Sumsel) saat berfoto bersama tim WikiGambut Sumsel di sela-sela kegiatan pelatihan jurnalistik mengenai Photostory. Kegiatan ini berlangsung di Foodpedia Perwari 14, Palembang, Sabtu (13/8/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bagi sebagian orang, foto mungkin hanyalah sebuah karya seni yang menangkap setiap momen yang diinginkan oleh siapapun yang memotretnya.

Namun bagi kalangan jurnalis, setiap foto akan selalu mengandung cerita yang bisa disampaikan kepada semua orang.

Hal inilah yang menjadi landasan awal WikiGambut Sumatera Selatan (WikiGambut Sumsel) menggelar pelatihan jurnalistik bersama Sriwijaya Post dengan tajuk "Menilik Sisi Lain Masyarakat Desa melalui Photostory".

Kegiatan ini digelar di Foodpedia Perwari 14 yang berada di kawasan Jalan Perwari, No. 14, 9 Ilir, Palembang, Sabtu (13/8/2022).

Dalam kegiatan ini, Sriwijaya Post diwakili oleh Ahmad Sadam Husen yang merupakan salah satu Editor Online di tim Redaksi Sriwijaya Post.

Dipimpin oleh M. Boby selaku pembawa acara, Sriwijaya Post bersama para peserta pelatihan, baik yang hadir secara offline maupun hadir via online melalui Zoom Meeting saling berbagi informasi terkait bagaimana menjadikan sebuah foto menjadi salah satu sumber data yang nantinya ditransformasikan menjadi sebuah artikel.

Sadam menuturkan jika pada dasaranya setiap foto memiliki nilai (value) yang menjadikannya sebagai salah satu unsur berita.

"Hanya saja, sebuah foto akan lebih memiliki value jika sang pemotret benar-benar turun langsung, memotret objek, sembari mencari data pendukung, baik itu secara aktual (menggali informasi dari narasumber) maupun melakukan kurasi di internet," ujar Sadam.

"Oleh karena itu, bukan hal mudah jika kita ingin menjadikan sebuah foto menjadi sebuah berita, apalagi jika foto tersebut bukan kita sendiri yang ambil."

"Jadi di sini saya mengajak teman-teman dari WikiGambut Sumsel untuk belajar setahap demi setahap bagaimana agar seorang kontributor atau jurnalis mendapatkan sebuah foto yang baik yang nantinya bisa dijadikan berita."

Keseruan pelatihan jurnalistik 'Menilik Sisi Lain Masyarakat Desa melalui Photostory' yang digelar WikiGambut Sumsel bersama Sriwijaya Post, Sabtu (13/8/2022).
Keseruan pelatihan jurnalistik 'Menilik Sisi Lain Masyarakat Desa melalui Photostory' yang digelar WikiGambut Sumsel bersama Sriwijaya Post, Sabtu (13/8/2022). (Dok. Wiki Gambut Sumsel)

Dalam dunia fotografi, menurut Sadam, ada banyak hal yang harus diperhatikan.

Seperti :

1. Foto harus memiliki nilai berita.

2. Memiliki unsur originalitas, salah satunya diambil atau dipotret sendiri.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved