Berita Palembang

Rudapaksa Disabilitas di Muaraenim, NPCI Sumsel dan LBH Disabilitas Angkat Bicara

Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH)

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Handout
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel Rian Yohwari dan Ketua LBH Disabilitas Sumsel Chairul Saleh, SH., MH memberikan pernyataan di sela-sela acara Pelantikan Pengurus NPCI Kabupaten Muba di Pendopoan Muba, Jumat (12/8/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Disabilitas Sumsel mengecam atas dugaan rudapaksa terhadap wanita disabilitas di wilayah Muaraenim.


Demikian pernyataan Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari dan Ketua LBH Disabilitas Sumsel Chairul Saleh, SH., MH di sela-sela acara Pelantikan Pengurus NPCI Kabupaten Muba di Pendopoan Muba, Jumat (12/8/2022).


"Kami mewakili disabilitas Sumsel, bahwa dengan adanya UU No.8 tahun 2016 tentang Perlindungan Hak Disabilitas mengecam tindakan tak terpuji yang telah dilakukan pelaku," tegas Rian Yohwari.


Rian mendesak kepada aparat hukum terkait untuk memproses dan menjerat pelaku dengan hukuman seberat-beratnya karena telah melakukan rudapaksa kepada kaum disabilitas


Pihaknya juga mengajak seluruh lembaga-lembaga hak asasi manusia lembaga terkait seperti Kepolisian, Komnas HAM, KPAI, Komnas Perempuan, KND, Kompolnas dan LPSK untuk mengawal kasus ini agar tuntas sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.


"Melalui kesempatan ini, kami sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Sungai Rotan dan Polres Muaraenim yang dalam waktu singkat dapat menangkap pelaku," terangnya.


Sementara itu, Ketua LBH Disabilitas Sumsel Chairul Saleh, SH., MH menyesalkan tindakan hal ini. Menurutnya para disabilitas yang seharusnya mendapatkan bantuan perlindungan tetapi malah dijadikan celah untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji.


"Tentu sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, pelaku terancam pasal 285 KUHP tentang tindak pidana pemerkosaan, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara," tegasnya.


Hukuman pelaku bisa semakin berat karena menurut informasi, pelaku telah merencanakan melakukan rudapaksa dengan menunggu korban sendirian saat keluarga korban tidak berada di rumah.


Untuk diketahui, pelaku atas nama Boy sendiri telah ditangkap malam hari oleh Tim Satreskrim Polsek Sungai Rotan di kediaman paman pelaku di Desa Tanding Marga, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim dihari yang sama setelah kejadian, Sabtu (6/8/2022).

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved