Ibu Muda Mengakhiri Hidupnya Depan Bayi Kembar Berusia 3 Bulan di Baturaja Timur, Ini Kata Psikolog

Psikolog RS Siloam Palembang, Renny Permataria menyatakan pentingnya dukungan moril terhadap Ibu pasca melahirkan dan perlunya pendampingan psikologis

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
Handout
Psikolog RS Siloam Sriwijaya Palembang, Renny Permataria angkat bicara terkait ibu muda mengakhiri hidup di depan bayi kembar berusia 3 bulan di Baturaja Timur 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Psikolog RS Siloam Palembang, Renny Permataria menyatakan pentingnya dukungan moril terhadap Ibu pasca melahirkan, dan perlunya pendampingan psikologis anak untuk mengatasi trauma. 

Memang belum mendiagnosa perlu mencari informasi terkait riwayat, karakter seseorang Ibu Marlena pada saat menikah usia berapa, hubungan dengan suami seperti apa. 

Menurut Renny Permataria, anaknya Marlena ada empat usianya 7 tahun, 3 tahun, dan kembar bayi berusia 3 bulan.

Sehingga harus melihat selain kehidupan hubungan dengan suami dan kehidupan secara ekonomi seperti apa atau kesiapan dia mendapatkan rezeki anak yang ketiga kembar, kesiapan secara mental. 

"Ini kan dengan usia 26 tahun sudah ada tiga anak apakah sudah siap secara mental, secara psikologis atau ini kan anak kembarnya tiga bulan harus dilihat juga emosionalnya. Apakah ini terkena baby blue syndrome?," ungkap Renny kepada Sripoku.com, Kamis (11/8/2022) malam. 

Baby blues syndrome adalah perasaan sedih yang dialami banyak wanita di masa-masa awal setelah melahirkan, kondisi ini cenderung muncul pada hari ke-2 atau ke-3 pascapersalinan 

Renny menerangkan, Baby blue syndrome ini kan muncul rasa sedih, ibu menangis, merasa depresi. Tapi waktunya singkat.

Emosinya labil, mudah marah, rasa takutnya tidak beralasan, mempengaruhi produksi ASI (Air Susu Ibu) jadi anak akan rewel, tidak merasa kenyang, sulit tidur.

Sedangkan ibunya juga sulit tidur, ada cemas, emosi mudah terpancing, mungkin merasa diri sendiri rebdah, merasa khawatir tidak bisa menjaga anak-anak, khawatir tidak bisa menjadi ibu yang baik. 

Apakah pada saat mengetahui bakal dapat rezeki anak lagi itu sudah ada kesiapan fisik kembali secara mental.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved