"BAYANGKAN Kalau Kami Diam," Pemerintah Nilai Sejak Awal Kasus Baku Tembak Brigadir J Janggal

Skenario kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hingga kini bisa saja tembak-menembak jika pemerintah diam.

Editor: Wiedarto
Kolase Sripoku.com
Menkopolhukam Mahfud MD menyebut Pemerintah sejak awal menilai kasus Baku Tembak Brigadir J janggal. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Seminggu setelah kasus Baku Tembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo mencuat, Pemerintah sudah menilai janggal.

Setelah Presiden Jokowi minta Polri mengusut tuntas kasus secara transparan, akhirnya skenario Baku Tembak berubah menjadi pembunuhan terhadap Brigadir J.

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut skenario kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hingga kini bisa saja tembak-menembak jika pemerintah sejak awal diam.


Mahfud MD mengatakan, skenario tembak-menembak merupakan skenario awal, bahkan bertahan sepekan pasca-kasus ini mencuat ke publik.

“Anda mungkin tidak bisa membayangkan kalau kami diam, skenario pertama yang terjadi bahwa itu tembak-menembak dan itu sudah berlangsung seminggu diskenariokan tembak-menembak,” kata Mahfud dalam program Satu Meja, Kompas TV, Rabu (10/8/2022).


Namun demikian, lanjut Mahfud, skenario tembak-menembak langsung berubah begitu pemerintah menyatakan kasus Brigadir J janggal.

“Begitu kami ngomong janggal, enggak benar, ini kejanggalannya, berbalik, lalu ada laporan, berubah skenarionya,” ujar Mahfud.

“Coba kalau kita diam, tidak lewat udara hanya bilang enggak benar, tidak bisa. Kita bersinergi dengan NGO, dengan lembaga lain. Gitu saja,” sambung dia.


Di sisi lain, Mahfud menyebutkan bahwa negara akan hancur apabila kasus pembunuhan Brigadir J tak dibuka secara terang-benderang. Terlebih lagi, peristiwa pembunuhan ini terjadi di kediaman perwira tinggi Polri.


“Kalau ada orang mati terbunuh di rumah pejabat tinggi Polri yang tidak dibuka terang-benderang, negara ini akan hancur,” tegas Mahfud.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved