Breaking News:

Berita Palembang

Hanya Tersisa Kotak Sampah, Kantor ACT di Palembang Tutup Usai Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Umat

Sudah sebulan kantor Aksi Tanggap Cepat (ACT) di Palembang tutup tidak lagi beroperasi pasca izin operasional yayasan kemanusiaan itu dicabut

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Tatik
Sudah sebulan kantor Aksi Tanggap Cepat (ACT) di Palembang tutup tidak lagi beroperasi pasca izin operasional yayasan kemanusiaan itu dicabut pemerintah dan rekening yayasan diblokir, Kamis (4/8/2022) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sudah sebulan kantor Aksi Tanggap Cepat (ACT) di Palembang tutup
tidak lagi beroperasi pasca izin operasional yayasan kemanusiaan itu dicabut pemerintah dan rekening yayasan diblokir.

Kepala Cabang ACT Palembang Ilham mengatakan sudah lama kantor cabang tidak beroperasi, sejak awal Juli lalu.

Menurut dia, setelah kantor ACT tutup dalam waktu dekat papan nama yayasan akan segera diturunkan.

"Iya sudah lama tidak beroperasi lagi," ujar Ilham singkat saat dikonfirmasi, Kamis (4/8/2022).

Pantauan di lapangan kantor ACT yang berada di ruko Jalan Sudirman Km 3 Palembang itu memang sudah tutup dan dipasang karton bertuliskan operasional tutup dan ditiadakan sementara waktu.

Teras kantor juga terlihat sedikit kotor karena memang sudah lama tutup dan tidak beroperasi. Hanya tersedia satu buah kotak sampah di depan pintu masuk ruko tiga lantai tersebut.

Sementara itu plang nama yayasan masih lengkap terpasang di bagian atas bangunan ruko yang mencolok dibanding merek ruko lainnya.

Dugaan penyelewengan dana umat yang dikelola ACT ini berhembus dari dugaan petinggi yayasan tersebut yang memanfaatkan dana umat untuk kepentingan pribadi, mengalirkan dana untuk kegiatan lainnya dan juga penyelewengan pengelolaan dana korban Lion Air JT-610 yang diselewengkan para tersangka Aksi Cepat Tanggap (ACT) bertambah dua kali lipat dari sebelumnya yakni Rp 68 miliar dari semula Rp 34 miliar.

Dikutip dari Tribunnews, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan pemangkasan donasi sebesar 20-30 persen itu berdasarkan
keputusan yang dibuat internal ACT oleh ke empat tersangka yang sudah ditetapkan tersangka oleh Polri.(tnf)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved