DIKEPUNG dari 6 Arah, Kapal Perang China Blokade 7 Pelabuhan Strategis, Taiwan Call Indonesia

Total enam wilayah perairan dan wilayah udara Taiwan yang dilaporkan bakal menjadi lokasi latihan militer China.

Editor: Wiedarto
.(AP/HUIZHONG WU)
Kapal fregat kelas Cheng Kung menembakkan rudal anti-udara dalam bagian latihan tahunan Han Kuang di lepas pantai timur pulau itu dekat kota Yilan, Taiwan, 26 Juli 2022 lalu. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--China selama 4 hari mulai tanggal 4 hingga 8 Agustus 2022 menggelar latihan perang besar-besaran. Armada pasukan China mengepung teritorial Taiwan dari 6 arah.

Meski bertajuk latihan perang, namun China nampaknya ingin membalas ulah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan. Armada kapal perang China memblokade pergerakan keluar masuk kapal dagang di 7 pelabuhan strategis.

Taiwan meminta dukungan Indonesia di tengan ancaman militer China. Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipe di Jakarta (Taipe Economic and Trade Office in Indonesia/TETO) John Chen menyerukan kepada semua kalangan di Indonesia untuk mengutuk tindakan militer China yang merusak status quo Taiwan dan mengancam perdamaian serta stabilitas regional. Dia meminta kepada semua kalangan di Indonesia menuntut China untuk segera menghentikan semua provokasi militer.

"Saya juga mengimbau kepada seluruh kalangan masyarakat di Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas dengan Taiwan sebagai sesama negara demokrasi, untuk bersama-sama mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan menjaga perdamaian serta stabilitas tatanan internasional," ucap John Chen dalam pernyataan resmi yang dikirim TETO kepada Kompas.com pada Jumat (5/8/2022). Setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Selasa (2/8/2022), Taiwan terus menerima ancaman militer dari “Negeri Tirai Bambu”.

Kantor perwakilan pemerintahan Taiwan di Indonesia itu melihat China telah mengumumkan akan menggelar latihan militer selama tiga hari berturut-turut mulai dari Kamis hingga Minggu (4-7/8/2022), dengan tembakan langsung di sisi utara, timur laut, barat laut, timur, selatan, dan barat daya. Total enam wilayah perairan dan wilayah udara Taiwan yang dilaporkan bakal menjadi lokasi latihan militer China.

TETO mendapat informasi bahwa latihan militer China telah memblokade laut dan udara Taiwan, memengaruhi operasional 17 jalur pelayaran internasional dan tujuh pelabuhan internasional dari Taiwan.


Beberapa latihan bahkan telah menginvasi perairan teritorial, wilayah berdekatan, dan wilayah udara Taiwan. "Aksi ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional, membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan dan selat Taiwan, serta melanggar hak dan kepentingan dari pesawat terbang dan kapal laut dari berbagai negara yang akan melintas di kawasan tersebut," kata John Chen.

Beberapa latihan bahkan telah menginvasi perairan teritorial, wilayah berdekatan, dan wilayah udara Taiwan. "Aksi ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional, membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan dan selat Taiwan, serta melanggar hak dan kepentingan dari pesawat terbang dan kapal laut dari berbagai negara yang akan melintas di kawasan tersebut," kata John Chen.


Dia menegaskan bahwa Taiwan pada dasarnya selalu bersedia untuk berinteraksi dengan negara-negara lain di dunia, dan dengan tulus menyambut semua teman internasional yang mendukung gagasan kebebasan dan demokrasi untuk berkunjung ke Taiwan.

Menurut John Chen, sudah sepatutnya negara lain--China--tidak ikut campur dalam hubungan persahabatan Taiwan dengan negara lain--AS. Selain itu, kata dia, perdamaian di Selat Taiwan sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas regional dan global. "Pada saat yang bersamaan, perdamaian di Selat Taiwan ini akan memengaruhi kesejahteraan bagi sebagian besar diaspora Indonesia di Taiwan," tutur dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved