Harga Karet Hari Ini di Sumsel Naik Tipis Dibanding Kemarin

Harga karet di Sumsel untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini, Rabu (3/8/2022) kembali naik tipis dibanding kemarin Selasa

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Reigan Riangga
Petani karet yang ada di Bumi Serepat Serasan menimbang getah karet hasil sadapannya, untuk harga karet hari ini mengalami kenaikan dari pada hari kemarin Selasa 2 Agustus 2022. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berikut harga karet hari ini di Sumsel untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen, Rabu (3/8/2022) kembali naik tipis dibanding kemarin, Selasa (2/8/2022).

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 21 per kg dibandingkan indikasi karet hari Selasa (2/8/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Rabu (3/8/2022).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet hari ini KKK 100 persen pada 3 Agustus 2022 Rp 22.665 per kg.

Harga ini naik tipis Rp 21 dibanding harga karet kering 100 persen kemarin, Selasa (2/8/2022) yang dibandrol Rp 22.644 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen diharga 15.865 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 13.599 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 11.332 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 9.066 per kg.

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS.

Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.

Sementara itu Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy mengatakan harga karet di Sumsel saat ini turun dibanding biasanya.

Biasanya kadar karet kering dibandrol 1,6-1,7 Dollar Amerika tapi kini dibandrol 1,5 $.

"Harga karet dunia saat ini turun sehingga juga berdampak turunnya harga karet domestik dan juga kualitas karet kurang bagus saat ini," ujar Alex.

Selain itu produksi karet juga saat ini masih minim sehingga perusahaan karet hanya bisa memproduksi karet setengah dari biasanya karena sejak 2019 lalu produksi karet domestik turun dan belum pulih.

Banyak faktor yang menyebabkan produksi karet anjlok salah satunya faktor cuaca karena saat musim hujan produksi karet turun.

Selain itu juga penyakit daun masih terjadi saat ini yang juga membuat harga karet turun.

Gapkindo mencatat produksi karet di Sumsel tahun 2021 lalu sebanyak 961.599 ton atau rata-rata 80 ribu ton setiap bulan dengan produksi paling banyak 95 ribu ton per bulan pada Maret dan terendah 67 ribu ton pada Oktober.

Sedangkan produk karet pada 2022 juga fluktuatif dari Januari-Juni tercatat total 481.753 ton.

Produksi paling tinggi pada Juni sebanyak 84 ribu ton, sedangkan produksi paling rendah pada 70 ribu ton pada Mei. 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved