Kejari Prabumulih Sita Mobil, Motor dan Berkas Dari Rumah Tersangka Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan

Tim penyidik Kejari Prabumulih menggeledah rumah tersangka dugaan korupsi pengadaan baju olahraga lansia Dinas Kesehatan Prabumulih

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel/Edison
Tim penyidik Kejari Prabumulih ketika melakukan penggeledahan dan mengangkut mobil, motor dan berkas dari rumah tersangka dugaan korupsi pengadaan baju lansia di Dinas Kesehatan Prabumulih, Selasa (2/8/2022). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Penanganan dugaan korupsi pengadaan baju olahraga pelayanan kesehatan Usia Lanjut (Lansia) di Dinas kesehatan kota Prabumulih, terus berlanjut.


Setelah sebelumnya menetapkan tiga tersangka dan menahannya, Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih kini melakukan penggeledahan terhadap rumah salah satu rumah tersangka dan Kantor Dinas Kesehatan Prabumulih, Selasa (2/8/2022).


Tim penyidik Kejari Prabumulih lebih dulu menggeledah rumah milik DMS yang merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi pengadaan baju olahraha lansia.


Rumah yang digeledah tersebut berada di Jalan Murai Batu 2 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.


Lalu setelah itu sekitar pukul 14.00, Tim penyidik Kejari Prabumulih melanjutkan dengan menggeledah kantor Dinas Kesehatan yang berada di gedung Pemkot Prabumulih.


Penggeledahan dilakukan tim penyidik dipimpin Kasi Intel Kejaksaan Negeri Prabumulih, Anjasra Karsa SH dan Kasi Pidsus, M Arsyad disaksikan pemerintah kelurahan, ketua RT serta jajaran dinas kesehatan.


"Penggeledahan kita lakukan untuk melengkapi berkas dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan baju lansia di Dinkes Prabumulih tahun 2021," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih Roy Riyadi SH MH melalui Kasi Intel, Anjasra Karya SH MH ketika diwawancarai usai penggeledahan.


Anjas mengatakan, pihaknya bersyukur dalam proses penggeledahan itu berlangsung aman dan keluarga kooperatif serta dihadiri pihak kuasa hukum DMS, pihak kelurahan maupun ketua Rukun Tetangga (RT).


"Dari penggeledahan kita amankan berupa dokumen-dokumen terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan," katanya.


Selain itu kata Anjas, pihaknya juga menyita satu unit motor Honda Scoopy dibeli di November 2021 dan satu unit mobil Daihatsu Pickup yang dibeli pada Maret tahun 2022.


"Motor Scoopy dan satu unit mobil itu dibeli setelah tindak pidana itu dilakukan atau kegiatan itu dilakukan. Nanti jika memang tidak terbukti maka tentu akan kita kembalikan," katanya.


Disinggung setelah penggeledahan apa yang dilakukan, pria yang sebelumnya menjabat Kasi Pidsus Kejari Lahat ini mengaku tim penyidik akan melakukan pemeriksaan kembali atau pemeriksaan tambahan.


"Tersangka DMS akan kita lakukan pemeriksaan tambahan terkait barang-barang yang ditemukan dalam penggeledahan," jelasnya.


Ditanya apakah kedepan akan ada tersangka baru dari kasus tersebut, Anjas menerangkan pihaknya akan melihat perkembangan dalam penyidikan kedepannya. "Sementara ini baru ada tiga tersangka ini, nanti kita lihat perkembangannya," tambahnya.


Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi mark up pengadaan Pakaian Olahraga Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (Lansia) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih tahun 2021 dengan nilai Rp1 miliar lebih.


Kedua tersangka dimaksud yakni BK (inisial, red) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), dan DMS (inisial, red) selaku pihak swasta yang meminjam CV Hutama Mukti. Kedua tersangka dan satu tersangka tambahan langsung ditahan dan dijebloskan ke sel Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved