Berita Palembang

2 Pesilat Sumsel Sumbang Medali, Timnas Raih Juara Umum Kejuaraan Dunia 2022 di Malaysia

Timnas Pencak silat Indonesia berhasil meraih juara umum World Championship Pencak Silat 2022, berlangsung 25-31 Juli di Malaka Malaysia.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
handout
Pelatih pencak silat Sumsel, Abas Akbar bersama atlet asuhannya Nia Larasati Kelas G Putri, dan Fransiska Sandra Dewi Kelas H Putri ikut berkontribusi menyumbang medali dalam ajang World Championship Pencak Silat 2022, Selasa (2/8/2022) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Timnas Pencak silat Indonesia berhasil meraih juara umum World Championship Pencak Silat 2022, berlangsung 25-31 Juli di Malaka Malaysia. Dua pesilat Sumsel turut berkontribusi atas raihan itu karena ikut menyumbang medali.

Diraihnya gelar juara umum World Championship Pencak Silat 2022 juga tak terlepas dari pesilat Sumsel ikut menyumbang medali dari total 11 medali emas, 9 perak, dan 8 perunggu yang berhasil diraih.

"Indonesia juara umum dan Alhamdulillah atlet Sumsel yang membawa Indonesia di Kejuaraan Dunia pencak silat di Malaysia menyumbangkan dua medali perak," ungkap Pelatih pencak silat Sumsel, Abas Akbar PB IPSI Letjen TNI Purn H Prabowo Subianto.

Abas yang ditunjuk PB IPSI sebagai Coach tanding pada event ini.

Dijelaskan Abas, kedua pesilat Sumsel itu yakni Nia Larasati Kelas G Putri, dan Fransiska Sandra Dewi Kelas H Putri masing-masing berhasil menyumbangkan medali perak.

"Fransiska dan Nia Larasati atlet jebolan atlet PPLPD Muba dan juga atlet klub binaan Bank Sumsel Babel yang juga merupakan atlet Pelatnas Indonesia mendapat medali perak di kejuaraan dunia ini," kata Abas.

Dalam laman instagramnya, Fransiska Sandra Dewi menyampaikan beratnya perjuangan hingga bisa meraih prestasi ini dan tak lupa ucapan terima kasih kepada orang yang dianggapnya berjasa selama ini.

"Alhamdulillah, sejarah dalam kehidupan, tidak mudah, tapi Allah buat diri ini mampu sampai di titik ini. Terimakasih untuk keluarga besarku, orang tuaku, mertuaku, suamiku, ayah dan bunda angkatku (Bang Heri dan bunda), seluruh insan pelatih yang menjadi bagian dari setiap proses diri pelatih Muba, pelatih Sumsel, pelatih Indonesia,massage, semua yang ikut mendoakan, teman teman sahabat, adik kakak, dan seluruh masyarakat indonesia maybe not today, InsyaAllah oneday emasnya," tulis Siska.

Keikutsertaan tiga insan pencaksilat Sumsel ini masuk di antara 49 nama pelatih dan atlet yang tertera dalam SK Tim Nasional Pencak Silat yang ditandatangani Ketum PB IPSI Letjen TNI Purn H Prabowo Subianto.

Abas ditunjuk sebagai Coach tanding.

Abas Akbar sebagai mantan atlet dunia dan sekarang pelatih Nasional yang menangani tim Indonesia menyebut Fransiska Sandra Dewi dan Nia Larasati merupakan peraih medali emas dan perunggu PON XX 2021 Papua juga jebolan PPLPD Muba dan merupakan atlet Binaan Bank Sumsel Babel.

Dipanggilnya Abas Akbar menjadi pelatih timnas ini bukan kali pertama karena sebelumnya ia juga dipercaya melatih atlet nasional untuk bertanding di Asian Games ke-18 tahun 2018.

Pria kelahiran Jakarta, 6 November 1973 ini hingga kini masih disebut sebagai legenda hidup pencak silat Indonesia.

Ia yang dikenal dengan teknik guntingan ini memiliki segudang prestasi, di antaranya, lima medali emas SEA Games mulai dari SEA Games Singapura tahun 1993 dan terakhir pada SEA Games Malaysia tahun 2001, medali perak Kejuaraan Dunia tahun 1992, dan medali emas Kejuaraan Dunia tahun 2002.

Pasca pensiun, ia mendedikasikan diri untuk mengembangkan olahraga pencak silat di tanah kelahirannya Sumatera Selatan dengan mendirikan padepokan di Palembang.

Jelang pemanggilan Pelatnas waktu itu, Fransiska Sandra kepada Sripoku.com menyatakan siap menjalani panggilan tersebut.

"Siap selalu kalau Siska," kata Siska.

Menurut peraih medali emas kelas F pencaksilat pada PON XX 2021 Papua, pemanggilan ini sebetulnya sudah lama.

"Kan habis PON itu seleksi nasional, untuk SEA Games dan Kejuaraan Dunia, siska ini terpilih untuk kejuaraan dunia, karena PB IPSI kemarin fokus ke SEA Games makanya yang tim kejuaraan dunia baru biso dipanggil sekarang," kata Siska.

Siska sendiri sekarang posisinya masih kuliah di STIP Annisa Dwi Salfarizi semester VI mengaku Pelatnas ini merupakan yang kedua kali diikutinya. Ia berharap ridha Allah untuk bisa jadi juara dunia, membawa nama baik Sumatera Selatan.

"Obsesi untuk sekarang fokus Kejuaraan Dunia ini memberikan yang terbaik, memberikan seluruh kekuatan baik jiwa dan raga untuk berjuang maksimal kagek, kan bulan Juli nanti tandingnyo," ujar Siska.

Ia berharap doa dan dukungan juga terutama dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, dukungan dari Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin, dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

"Yang pasti ini masih biso jadi bekal untuk terus menjaga performa untuk persiapan road to PON 2024 kagek jugo, karena jujur Siska masih punya ambisi ingin berada kembali di PON," kata pesilat putri kelahiran Palangkaraya 24 juni 1999.

Meski usianya bukan lagi yang termuda, namun atlet pencaksilat putri Sumsel, Nia Larasati masih tetap dipanggil Decil.

"Sudah familiar dipanggil Decil karena pas pembinaan di PPLPD Musibanyuasin umur saya paling muda, makanya dipanggil Decil. Decil itu adek kecil," ungkap Nia Larasati kepada Sripoku.com.

Decil sudah berprestasi sejak remaja dengan menjuarai ASEAN Sport School Game Trang Thailand tahun 2014 kelas G putri remaja mendapatkan medali emas.

Kemudian dua kali menjuarai Kerjurnas PPPLP, yakni meraih emas di Kaltim 2013 kelas G putri remaja dan juga juara 1 Kejurnas PPLP Manado 2016 kelas G putri.

"Dan untuk PON remaja Jatim 2014 pernah mendapatkan medali perunggu di kelas F putri," kata putri sulung dari 3 bersaudara pasangan Zaini dan Linggarjati Jati.

Sedangkan untuk di kelompok dewasa, Nia Larasati ini terakhir kemarin mendapatkan medali emas Kejurnas Pra PON 2019 kelas E putri Jakarta. Kemudian Juara 1 Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2019 kelas E putri di Solo.

PON XX 2021 Papua kemarin baru yang pertama dirinya masuk di PON dewasa karena Alumni SMAN 5 Sekayu Musi Banyuasin ini baru masuk dewasa.

Decil sebelumnya mempersembahkan medali emas Porprov Sumsel 2019 Kelas E putri untuk kontingen Musi Banyuasin. Kemudian meraih medali perak Popnas 2015 Jabar kelas E putri.

Nia Larasati yang tercatat sebagai anggota Kowad TNI AD Satuan (Batalyon Perhubungan) di Depok bertekad bakal mempersembahkan medali.

Adapun hasil perolehan medali juara umum World Championship Pencak Silat 2022, tanggal 25-31 Juli di Malaka Malaysia:

Medali emas
1. Puspa Arumsari, tunggal Pi
2. Solo creatif Pa ( Syarief H )
3. B Pi ( Safira Dwi M )
4. C Pi ( Jeny Elvis)
5. D Pi ( Atifa Fismawati )
6. E Pi ( Pipit Kamela )
7. <45>8. C Pa ( M. Yachser )
9. Open 2 Pa ( Aji Bangkit )
10. <45>11. A Pa ( Khoirudin Mustakim )

Medali perak
1. Solo creatif Pi ( Puspa Arumsari )
2. Ganda Pi ( Ririn & Riska H)
3. Regu Pa ( Asep ,Anggi , Rano )
4. H Pi ( Fransiska Sandra )
5. G Pi ( Nia L )
6. G Pa ( I Kadek Wahyu )
7. J Pa ( Rangga )
8. D Pa ( Hanifan YK )
9. F Pa ( Iqbal Chandra P )

Medali perunggu
1. Ganda Pa ( Anom dan Nyeneng )
2. Regu Pi ( Eny , Riana, Riva )
3. Open 1 Pa ( Eko F )
4. E Pa ( Syafik )
5. B Pa ( Abdul Malik )
6. Open 1 ( Siska )
7. F Pi ( Dyah P )
8. A Pi ( Dinda N )

(Abdul Hafiz)

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved