Berita Palembang

2 Pesilat Sumsel Sumbang Medali, Timnas Raih Juara Umum Kejuaraan Dunia 2022 di Malaysia

Timnas Pencak silat Indonesia berhasil meraih juara umum World Championship Pencak Silat 2022, berlangsung 25-31 Juli di Malaka Malaysia.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
handout
Pelatih pencak silat Sumsel, Abas Akbar bersama atlet asuhannya Nia Larasati Kelas G Putri, dan Fransiska Sandra Dewi Kelas H Putri ikut berkontribusi menyumbang medali dalam ajang World Championship Pencak Silat 2022, Selasa (2/8/2022) 

Ia yang dikenal dengan teknik guntingan ini memiliki segudang prestasi, di antaranya, lima medali emas SEA Games mulai dari SEA Games Singapura tahun 1993 dan terakhir pada SEA Games Malaysia tahun 2001, medali perak Kejuaraan Dunia tahun 1992, dan medali emas Kejuaraan Dunia tahun 2002.

Pasca pensiun, ia mendedikasikan diri untuk mengembangkan olahraga pencak silat di tanah kelahirannya Sumatera Selatan dengan mendirikan padepokan di Palembang.

Jelang pemanggilan Pelatnas waktu itu, Fransiska Sandra kepada Sripoku.com menyatakan siap menjalani panggilan tersebut.

"Siap selalu kalau Siska," kata Siska.

Menurut peraih medali emas kelas F pencaksilat pada PON XX 2021 Papua, pemanggilan ini sebetulnya sudah lama.

"Kan habis PON itu seleksi nasional, untuk SEA Games dan Kejuaraan Dunia, siska ini terpilih untuk kejuaraan dunia, karena PB IPSI kemarin fokus ke SEA Games makanya yang tim kejuaraan dunia baru biso dipanggil sekarang," kata Siska.

Siska sendiri sekarang posisinya masih kuliah di STIP Annisa Dwi Salfarizi semester VI mengaku Pelatnas ini merupakan yang kedua kali diikutinya. Ia berharap ridha Allah untuk bisa jadi juara dunia, membawa nama baik Sumatera Selatan.

"Obsesi untuk sekarang fokus Kejuaraan Dunia ini memberikan yang terbaik, memberikan seluruh kekuatan baik jiwa dan raga untuk berjuang maksimal kagek, kan bulan Juli nanti tandingnyo," ujar Siska.

Ia berharap doa dan dukungan juga terutama dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, dukungan dari Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin, dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

"Yang pasti ini masih biso jadi bekal untuk terus menjaga performa untuk persiapan road to PON 2024 kagek jugo, karena jujur Siska masih punya ambisi ingin berada kembali di PON," kata pesilat putri kelahiran Palangkaraya 24 juni 1999.

Meski usianya bukan lagi yang termuda, namun atlet pencaksilat putri Sumsel, Nia Larasati masih tetap dipanggil Decil.

"Sudah familiar dipanggil Decil karena pas pembinaan di PPLPD Musibanyuasin umur saya paling muda, makanya dipanggil Decil. Decil itu adek kecil," ungkap Nia Larasati kepada Sripoku.com.

Decil sudah berprestasi sejak remaja dengan menjuarai ASEAN Sport School Game Trang Thailand tahun 2014 kelas G putri remaja mendapatkan medali emas.

Kemudian dua kali menjuarai Kerjurnas PPPLP, yakni meraih emas di Kaltim 2013 kelas G putri remaja dan juga juara 1 Kejurnas PPLP Manado 2016 kelas G putri.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved