Lahan Budidaya Pertanian Semakin Terbatas, Dosen Unsri Berbagi Siasat Optimalisasi Urban Farming

Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri)  Profesor Ir H Benyamin Lakitan MSc PhD melakukan open house memberikan penyuluhan dan edukasi pertanian

Penulis: Zaini | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Zaini
Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Profesor Ir H Benyamin Lakitan MSc PhD melakukan open house memberikan penyuluhan dan edukasi pertanian perkotaan (Urban Farming) di kompleks perumahan TOP 100 Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (30/7). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Profesor Ir H Benyamin Lakitan MSc PhD melakukan open house memberikan penyuluhan dan edukasi pertanian perkotaan (Urban Farming) di kompleks perumahan TOP 100 Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (30/7).

Prof Benyamin, mengenalkan  pengembangan optimalisasi lahan perkarangan yang sempit untuk kegiatan pertanian perkotaan (urban farming) kepada masyarakat  di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan pola tiga kegiatan dalam satu petak lahan (3 in 1) yakni Kolam, Sayuran dan Ikan. 

"Perkembangan pembangunan yang pesat di Kota Palembang mengakibatkan lahan untuk budidaya pertanian semakin terbatas, oleh karena itu perlu disiasati dengan pengembangan kegiatan optimalisasi lahan yang tersedia untuk pertanian perkotaan (urban farming)," ujar  Profesor Benyamin.

Open house dalam rangka pengandian dan  edukasi memberi manfaat  bagi masyarakat umum, ibu-ibu peeumahan  sekitar  kawasan Jakabaring, dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unsri Palembang.
Kegiatan pengabdian masyarakat itu dipimpin Ketua Prof Ir H. Benyamin Lakitan  MSc  PhD 
dengan anggota  Dr.Ir.Andi Wijaya MSc, Ir Siti Nurul Aidilfitri MSi, dan Fitra Gustiar SP MSi.
Sebagai upaya diseminasi teknologi budidaya sayuran dan ikan untuk sumber vitamin dan protein tambahan bagi masyarakat urban dengan lahan terbatas.
Lahan perkotaan yang luasnya terus  berkurang dampak pesatnya pembangunan gedung untuk berbagai aktivitas, perlu disiasati  untuk 'urban farming' dengan mengoptimalkan lahan yang ada. 


Awalnya lahan perkarangan rumah yang terbatas hanya dimanfaatkan untuk budidaya ikan, aneka jenis tanaman sayuran dan obat-obatan.


Kemudian dilakukan pengembangan kegiatan dengan cara  sebagian lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budi daya ikan lele, nila, dan betok yang di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran, obat-obatan herbal,  dan cabai dengan teknologi rakit apung memanfaatkan botol bekas dan bambu yang bisa dengan mudah ditemukan di kawasan permukiman.


Kegiatan, urban farming  sekarang ini dikembangkan  dengan cara tiga lapis/kegiatan dalam satu tempat (3 in 1) yakni lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budidaya ikan di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran dan cabai dengan teknologi rakit apung dan dibuat kerangka rambat sehingga bisa digunakan untuk budidaya tanaman sayuran seperti oyong dan buah-buahan seperti anggur dan melon yang pertumbuhannya merambat. 


Melalui optimalisasi lahan pertanian perkotaan itu, diharapkan lahan yang luasnya terbatas tetap bisa menghasilkan bahan pangan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat bahkan dapat dijual ke tetangga dan pasar sebagai usaha sampingan keluarga.


Masyarakat perkotaan diharapkan dapat mengembangkan budidaya pertanian '3 in 1' di perkarangan rumah meskipun luasnya terbatas dengan membuat kolam ikan dan menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman bermanfaat lainnya di atasnya.


Dengan pengembangan kegiatan pertanian perkotaan diharapkan masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah yang harganya pada kondisi tertentu melonjak, kata dosen Unsri yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel pada 2004 itu.
Kepala Bappeda  Sumsel tahun 1998, 
Sekretaris Kemeterian  Ristek 2007

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved