Perang Ukraina

KUASAI Objek Vital, Pasukan Rusia Gempur 3 Kota di Ukraina Selatan, Target Pembangkit Listrik

Pasukan Rusia melakukan "penempatan kembali besar-besaran" pasukannya ke tiga wilayah selatan Ukraina

Editor: Wiedarto
Ukrinform, Volodymyr Patola
Bangunan 5 lantai di kota Chasiv Yar, wilayah Donetsk, Ukraina rusak parah akibat kena rudal Iskander pasukan Rusia, Sabtu (9/7/2022). 

SRIPOKU.COM, UKRAINA--Rusia melakukan taktik perang yang cerdas dengan menguasai objek vital di Ukraina. Pendudukan itu akan membuat lemah posisi Ukraina.

Pasukan Rusia melakukan "penempatan kembali besar-besaran" pasukannya ke tiga wilayah selatan Ukraina, dalam apa yang tampaknya merupakan perubahan taktik oleh Moskwa, kata penasihat senior Presiden Volodymyr Zelensky pada Rabu (27/7/2022).

"Mereka mencapai keuntungan taktis kecil - mereka merebut Vuhlehirsk," kata penasihat presiden Oleksiy Arestovych dalam sebuah wawancara yang diunggah di YouTube dilansir dari Reuters.


Pasukan Rusia, kata dia, telah mengambil alih pembangkit listrik terbesar kedua di Ukraina. Perebutan pembangkit Vuhlehirsk berbahan bakar batubara era Soviet di Ukraina timur tersebut, diumumkan oleh pasukan yang didukung Rusia.

Menurutnya, Rusia tampaknya beralih dari serangan ke obyek pertahanan strategis, menggunakan serangan taktis. Tujuannya untuk melemahkan potensi ofensif Ukraina di kawasan industri Donetsk timur yang penting.

"(Ini akan) menempatkan kami pada posisi di mana kami tidak dapat membebaskan semua wilayah kami dan menyerukan perundingan," katanya.

Ukraina telah memperjelas niatnya untuk merebut kembali kota selatan Kherson, yang jatuh ke Rusia pada hari-hari awal perang. Oleksiy Danilov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, sebelumnya berkicau di twitter bahwa Rusia sedang memusatkan "jumlah maksimum pasukan" ke arah Kherson, tetapi tidak memberikan rincian.


Arestovych mengatakan Rusia juga mengirim pasukan ke wilayah Melitopol dan Zaporizhzhia di selatan. Sementara itu, Ukraina telah menembaki jembatan penting yang mengangkangi sungai Dnipro di Kherson, menutupnya untuk lalu lintas. Pejabat Rusia sebelumnya mengatakan mereka akan beralih ke jembatan ponton dan feri untuk membawa pasukan menyeberangi sungai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved