Berita Selebriti

Maia Estianty Beberkan Alasan Orang Mudah Bully dan Komentar Jahat di Media Sosial: Latah

Teranyar, melalui akun Instagram @maiaestiantyreal, Rabu (27/7/2022) petang, Maia Estianty ini membahas perisakan (bullying).

Instagram/maiaestiantyreal
Maia Estianty beberkan beragam alasan betapa mudah orang merisak (bullying) dan berkomentar jahat di media sosial, Rabu (27/7/2022). Maia Estianty Beberkan Alasan Orang Mudah Bully dan Komentar Jahat di Media Sosial: Latah. 

SRIPOKU.COM -- Maia Estianty membeberkan alasan orang-orang lebih mudah merisak (bullying) dan berkomentar jahat di media sosial.

Ya, dalam beberapa hari terakhir ini, Maia Estianty mulai rajin mengunggah foto dengan pesan mendalam.

Teranyar, melalui akun Instagram @maiaestiantyreal, Rabu (27/7/2022) petang, Maia Estianty ini membahas perisakan (bullying).

Apalagi, Maia Estianty sempat jadi sasaran risakan warganet beberapa waktu lalu.

Khususnya saat banyak yang menuding konten podcast-nya dengan anak komedian Sule, Putri Delina, jadi penyebab perceraian sang ayah dengan Nathalie Holscher. 

Namun pada kenyataannya, Maia Estianty sudah memastikan bukan dia penyebabnya setelah menanyakan langsung kepada Sule, Nathalie Holscher, Putri Delina. 

Baca juga: Cara Romantis Dul Jaelani Putra Bungsu Maia Estianty Beri Hadiah ke Tissa Biani yang Ulang Tahun

Penjelasan Maia Estianty terkait alasan betapa mudah orang merisak dan berkomentar jahat di media sosial.
Penjelasan Maia Estianty terkait alasan betapa mudah orang merisak dan berkomentar jahat di media sosial. Maia Estianty Beberkan Alasan Orang Mudah Bully dan Komentar Jahat di Media Sosial: Latah . (Instagram/maiaestiantyreal)

 

Ibu tiga anak itu menjabarkan beragam alasan seseorang mudah merisak ataupun berkomentar jahat di media sosial.

Pertama-tama, biasanya karena latah ikut merisak tanpa tahu duduk perkara sebenarnya.

Lalu si pengguna memakai akun palsu yang tidak dikenal sambil mencari kegiatan.

Selain itu, menganggap perbuatan merisak itu biasa dan kurangnya pendidikan dari perisak jadi alasan selanjutnya.

"Tanpa melihat peristiwa utuh nya, tanpa mengetahui peristiwa apa yang mengawali kejadian tersebut, tapi ikut2an nge bully karena bereaksi aja," katanya,

Seterusnya, Maia Estinaty menambahkan alasan lain.

Misalkan kurangnya rasa empati kepada pengguna media sosial lain, sensasi yang diperoleh tukang risak, beserta perasaan rapuh, lemah, dan belum dewasa seseorang.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved