Berita PLN

Mendukung Transisi Energi Bersih di RI, T PLN Gandeng Produsen Kendaraan Listrik dan Grab Indonesia

PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan 14 produsen kendaraan listrik dan Grab Indonesia untuk mendukung transisi energi bersih dengan memasifkan

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Humas PLN
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menandatangani nota kesepahaman antara dengan tujuh produsen mobil listrik yakni Hyundai, Nissan, DFSK, Toyota, Wuling, Mitsubishi dan Mercedes-Benz, Penandatanganan ini dilakukan di sela acara PLN _E-Mobility Day_ yang digelar di Level 21 Mall Denpasar, Bali, Minggu (24/7/2022) kemarin. 

SRIPOKU.COM, DENPASAR - PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan 14 produsen kendaraan listrik dan Grab Indonesia untuk mendukung transisi energi bersih dengan memasifkan penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. 

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT PLN dengan tujuh produsen mobil listrik yakni Hyundai, Nissan, DFSK, Toyota, Wuling, Mitsubishi dan Mercedes-Benz.

Selain itu juga dengan tujuh produsen motor listrik Hyundai Kefico, Gesits, TVS, Smoot Motor Indonesia, Tangkas, Volta dan Viar.

Penandatanganan ini dilakukan di sela acara PLN _E-Mobility Day_ yang digelar di Level 21 Mall Denpasar, Bali, Minggu (24/7/2022) kemarin. 

Penandatanganan nota kesepahaman mobil listrik
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama menunjukan nota kesepahaman antara dengan tujuh produsen mobil listrik yakni Hyundai, Nissan, DFSK, Toyota, Wuling, Mitsubishi dan Mercedes-Benz. Selain itu, juga produsen motor listrik Hyundai Kefico, Gesits, TVS, Smoot Motor Indonesia, Tangkas, Volta dan Viar, penandatanganan ini dilakukan di sela acara PLN _E-Mobility Day_ yang digelar di Level 21 Mall Denpasar, Bali, Minggu (24/7/2022) kemarin. 

Kerja sama ini meliputi _bundling_ paket kendaraan listrik dengan layanan _home charging_ dari PLN hingga kolaborasi membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) serta _Joint Study_ untuk menyusun langkah strategis pengembangan ekosistem KBLBB di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, transisi energi perlu dilakukan percepatan untuk mewujudkan target _carbon neutral_ di 2060 serta menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Salah satunya dengan memasifkan penggunaan kendaraan listrik yang berbasis energi domestik, murah dan ramah lingkungan. 

"Untuk mewujudkan ekosistem kendaraan listrik kita harus berkolaborasi. Hari ini menjadi salah satu tonggak sejarah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional serta membantu menyelamatkan keuangan negara akibat impor BBM yang terus meningkat," ungkap Darmawan Prasodjo.

PLN melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan tujuh produsen mobil listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama menunjukan nota kesepahaman antara dengan tujuh produsen mobil listrik yakni Hyundai, Nissan, DFSK, Toyota, Wuling, Mitsubishi dan Mercedes-Benz. Selain itu, juga produsen motor listrik Hyundai Kefico, Gesits, TVS, Smoot Motor Indonesia, Tangkas, Volta dan Viar, penandatanganan ini dilakukan di sela acara PLN _E-Mobility Day_ yang digelar di Level 21 Mall Denpasar, Bali, Minggu (24/7/2022) kemarin. 

Melalui paket kendaraan listrik dengan layanan _home charging_, para pembeli kendaraan listrik dari Hyundai, Nissan, Wuling, DFSK dan ATPM yang bekerja sama bisa lebih mudah dalam mendapatkan fasilitas kelistrikan.

Para pelanggan tidak perlu lagi bingung untuk mengisi daya kendaraan listriknya, sebab _home chargingnya_ sudah disediakan  dalam satu paket bundling dengan pembelian mobil.

Petugas PLN akan datang ke rumah pelanggan untuk melakukan eksekusi penyesuaian daya yang dibutuhkan di rumah serta membantu pemasangan _home charging_ secara gratis.

Setelah itu, langsung disambungkan ke sistem PLN agar pelanggan dapat memantau penggunaan listrik untuk _home charging_ di aplikasi PLN Mobile.

"Kerja sama ini juga meliputi integrasi sistem digital kami, _join research_ dan pertukaran data. Kita bisa maksimalkan rencana strategis memasifkan kendaraan listrik ini untuk dikolaborasikan," ujar Darmawan Prasodjo.

Tak hanya itu, PLN juga memberikan diskon 30 persen tarif listrik pada pengguna yang melakukan  _home charging_ antara pukul 22.00-05.00.

Mengingat daya yang dibutuhkan _home charging_ sekitar 7.700 watt, maka PLN memberikan kemudahan untuk pelanggan yang ingin tambah daya. Dengan Rp 150 ribu, daya bisa ditingkatkan menjadi 11 ribu Volt Ampere.

Sementara untuk memudahkan para pengguna kendaraan listrik saat sedang berkendara, lanjut Darmawan, PLN saat ini telah membangun 139 unit SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah ini tentunya akan terus bertambah dengan gencarnya kolaborasi PLN bersama berbagai pihak. 

PLN pun menyiagakan 35 ribu petugas pelayanan teknik di lapangan untuk memberikan pelayanan optimal kepada para pelanggan, termasuk para pemilik kendaraan listrik

"Kami akan _all out_ mendukung, karena mobil listrik itu mengisi dayanya dari PLN. Jadi setiap penjualan mobil listrik, saya yang terima kasih," tuturnya. 

Selain dengan 14 produsen kendaraan listrik, PLN juga menggandeng Grab Indonesia yang selama ini menjadi pemain utama dalam penyedia layanan transportasi publik berbasis listrik.

PLN menandatangani nota kesepahaman produsen mobil dan motor listrik
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama menunjukan nota kesepahaman antara dengan tujuh produsen mobil listrik yakni Hyundai, Nissan, DFSK, Toyota, Wuling, Mitsubishi dan Mercedes-Benz. Selain itu, juga produsen motor listrik Hyundai Kefico, Gesits, TVS, Smoot Motor Indonesia, Tangkas, Volta dan Viar, penandatanganan ini dilakukan di sela acara PLN _E-Mobility Day_ yang digelar di Level 21 Mall Denpasar, Bali, Minggu (24/7/2022) kemarin. 

Kerja sama antara PLN dan Grab Indonesia diperkuat pada kesepakatan kali ini untuk mempercepat penyediaan _EV Charging Station_ yang bisa dimanfaatkan bersama baik PLN maupun Grab Indonesia

"Kami siap mendukung pengoperasian 6.000 motor Grab dengan pasokan listrik yang andal," terang dia.

Darmawan meyakini kolaborasi yang dilakukan ini bisa mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. \

"Selain untuk mempercepat penyediaan infrastruktur, kerja sama industri manufaktur ini juga dapat menguntungkan kedua belah pihak. PLN mempunyai 82,3 juta pelanggan listrik yang bisa menjadi _market_ baru bagi para industri kendaraan listrik," tambah Darmawan.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Priharto Dwinugroho mengapresiasi langkah PLN dalam meningkatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Langkah kolaborasi dengan pemerintah, BUMN dan swasta sangat diperlukan untuk bisa mengakselerasi pencapaian target transisi energi. 

Ia menegaskan pemerintah mendukung penuh keterlibatan swasta dengan mengeluarkan regulasi yang mempermudah pelaku usaha melakukan investasi kendaraan listrik di Indonesia.

"Kami mengapresiasi penuh PLN dan kami selaku pemerintah juga sudah mengeluarkan regulasi yang bisa meningkatkan minat pelaku usaha untuk berinvestasi di Indonesia. Saat ini kami sedang menggodok aturan untuk bisa memudahkan PLN maupun swasta dalam memperbanyak SPKLU dan SPBKLU di Indonesia. Kami juga menyiapkan beragam insentif untuk bisa membuat investasi lebih kompetitif," ujar Dwi.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan PLN, sangat krusial untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air. 

“Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Grab dengan PLN menjadi salah satu langkah nyata kami dalam mewujudkan misi untuk mencapai target netral karbon. Dengan penambahan jumlah SPBKLU di enam provinsi di pulau Jawa dan Bali, kami berharap adopsi kendaraan listrik juga akan semakin meningkat,” pungkas Neneng. 

PLN terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya transisi ke energi domestik dan bersih. 

 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama menunjukan nota kesepahaman antara dengan tujuh produsen mobil listrik yakni Hyundai, Nissan, DFSK, Toyota, Wuling, Mitsubishi dan Mercedes-Benz. Selain itu, juga produsen motor listrik Hyundai Kefico, Gesits, TVS, Smoot Motor Indonesia, Tangkas, Volta dan Viar, penandatanganan ini dilakukan di sela acara PLN _E-Mobility Day_ yang digelar di Level 21 Mall Denpasar, Bali, Minggu (24/7/2022) kemarin. 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved