Berita Lubuklinggau

Pasca Keluarnya Aturan Wajib Vaksin Booster, Okupansi Penumpang Bandara Silampari Capai 90 Persen

Saat ini pengelola Bandara Silampari Lubuklinggau sudah menerapkan  aturan wajib vaksin Covid-19

Editor: Odi Aria
TRIBUNSUMSEL/EKO HEMPRONIS
Salah satu penumpang saat berpamitan dengan anak dan istrinya sebelum masuk ke ruang tunggu keberangkatan di Bandara Silampari, Minggu (8/5/2022). 

 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -
Saat ini pengelola Bandara Silampari Lubuklinggau sudah menerapkan  aturan wajib vaksin Covid-19 vaksin booster bagi calon penumpang.

Penerapan wajib vaksin booster ini sudah berlaku sejak Minggu (17/7/2022) lalu sesuai Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 70 Tahun 2022.

Kepala UPBU Silampari, Mega Herdiansyah melalui Kasubsi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat (TOKPD), M Mada Anggana mengatakan, selama penerapan aturan baru wajib vaksin booster belum menemui kendala, okupansi penumpang masih tetap tinggi.

"Sepanjang berjalannya regulasi yang baru belum terdapat kendala, baik yang dialami petugas bandara maupun yang dialami oleh calon penumpang, terakhir terbang masih diatas 90 persen," ungkapnya pada wartawan, Jumat (22/7/2022).

Mada menjelaskan sejak keluarnya aturan itu, sejauh ini tak terjadi penumpukan penumpang sehingga tak diberlakukan antisipasi khusus.

Karena regulasi serupa pernah diterapkan dengan fasilitas yang memadai.

"Secara teknis tak ada perubahan khusus terhadap metode pemeriksaan meskipun dengan kebijakan baru," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk syarat bagi calon penumpang yang telah melakukan vaksinasi booster tak perlu lagi menunjukkan bukti negatif tes usap antigen maupun PCR.

"Sedangkan bagi penumpang yang baru melakukan vaksin kedua wajib menunjukkan bukti negatif tes usap antigen, dan bagi yang baru menyelesaikan vaksin pertama wajib membawa bukti negatif tes usap PCR," ungkapnya.

Kemudian untuk usia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin dosis ke-2tanpa menunjukan hasil negatif tes RT-PCR.

"Lalu untuk anak 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi, yakni tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR, hanya wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar pengguna jasa penerbangan di Bandara Silampari telah memahami aturan baru ini, namun pihaknya tetap mengimbau calon penumpang terus mengikuti perkembangan regulasi dalam penggunaan transportasi udara.

Selama ini Bandara Silampari telah memiliki posko vaksinasi booster sebagai salah satu upaya mengimbangi kebijakan yang baru tersebut.

Pelayanan vaksinasi ini telah berjalan sejak lama meski tak seramai vaksin pada umumnya.

"Apalagi di Lubuklinggau ini giat vaksinasi terus jalan oleh Dinas Kesehatan di Kota Lubuklinggau," tambahnya. 

 
 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved