Bertia OKU Timur

SD Negeri 02 Sriwangi di OKU Timur Provinsi Sumsel Sepi Peminat, Kelas 5 tidak Ada Siswanya

Jumlah murid yang mendaftar di SD Negeri 02 Sriwangi, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur tahun ajaran 2022/2023 terbilang sepi

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/Edo Pramadi
Kegiatan murottal sebelum memulai pelajaran di SD Negeri 02 Sriwangi, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (19/7/2022). 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan telah berakhir.

Jumlah murid yang mendaftar di SD Negeri 02 Sriwangi, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur tahun ajaran 2022/2023 terbilang sepi.

Pada tahun ini sekolah tersebut hanya mendapatkan 11 orang peserta didik baru.

Setelah dilakukan penelusuran, sekolah itu memang telah sepi peminat sejak beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2019 tercatat hanya ada 2 siswa baru.

Kemudian 2020 ada 4 siswa dan tahun 2021 terdapat 6 penambahan siswa baru.

Sedangkan tahun ajaran 2022 ini, SDN 02 Sriwangi mendapatkan 11 siswa baru.

Apabila diakumulasikan, dalam waktu empat tahun, sekolah tersebut hanya mendapatkan penambahan 23 siswa baru.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala SDN 02 Sriwangi M Taslim S.Pd.I.

"Dulu pernah cuma ada 1 penambahan satu siswa, kemudian saat kelas 3 siswa itu keluar. Akibatnya saat ini kelas 5 itu kosong tidak ada siswa sama sekali," ucapnya, Selasa (19/7/2022).

Taslim menjelaskan, sebenarnya sekolah tersebut berada di dekat pemukiman warga.

Namun mungkin kalah saingan dengan dua Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang juga berdiri di sekitar daerah tersebut.

Selain itu, ia mengira penyebab SDN 02 Sriwangi sepi peminat karena kepala sekolah (kepsek) yang sebelumnya memasuki seusai pensiun sehingga diduga melakukan pembiaran.

"Kebetulan saya baru satu tahun, kepsek yang lama menjelang pensiun terjadi pembiaran, baik itu di lingkungan sekolah, guru dengan kedisiplinannya dan mungkin karena itulah minat masyarakat berkurang," bebernya.

Meskipun dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), Taslim berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik untuk sekolah dan siswa.

"Proses belajar mengajar tetap dilakukan, kita punya 8 guru dan 1 operator, 6 di antaranya PNS sedangkan 3 lainnya honor komite," ujarnya. (Edo Pramadi)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved