Berita Crime

Dua Orang Agen BRILink Banyuasin Diringkus, Tilap Uang Setoran Nasabah

Dua orang Agen BRILink di wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tersangka penggelapan, tilap uang setoran nasabah

Penulis: Oki Pramadani | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/OKI Pramadani
Dua orang Agen BRILink yakni, Marsidi dan Ruslan di wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tersangka penggelapan, tilap uang setoran senilai Rp 2,6 miliar milik puluhan nasabah Bank BRI, dan kini sudah diamankan di Mapolda Sumsel, Selasa (19/7/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua orang Agen BRILink Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tersangka penggelapan, tilap uang setoran nasabah senilai Rp 2,6 miliar milik puluhan nasabah Bank BRI.

Keduanya yakni Marsidi (41) warga Desa Jati Sari Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin dan Ruslan (43) warga Desa Mekarsari Karang Agung Ilir juga wilayah Kabupaten Banyuasin, yang bekerjasama dengan Bank BRI membuka BRILink Banyuasin, kini diringkus oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel tanpa perlawanan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto SH melalui Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol M Barly Ramadhan SH SIk mengatakan, terungkapnya kasus penggelapan, tilap uang nasabah selama 2 tahun ini, lantaran pihak bank melaporkan perbuatan Agen BRILink Wilayah Banyuasin yang telah merugikan pihak bank.

Untuk modus operanding kedua tersangka memfasilitasi para nasabah yang berada di dua desa tersebut untuk mempermudah mengajukan pinjaman ke Bank BRI sekaligus tempatnya nasabah setorkan uang. 

"Modus tersangka memfasilitasi para nasabahnya untuk mengajukan pinjaman ke bank BRI, namun selama dua tahun para tersangka tidak pernah setorkan uang nasabah ke pihak Bank BRI," ucap Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol M Barly Ramadhan, Selasa (19/7/2022).

Barly menjelaskan, aksi penggelapan dua agen BRILink ini dilakukan terhadap 42 nasabah dari dua desa domisili mereka itu sendiri, tercatat sejak Juni 2020 hingga Juni 2022 ini.

Mengenai hukuman terhadap kedua tersangka akan dikenakan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998, tentang perbankan subsider pasal 374 KUHP lebih subsider pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 8 tahun dan denda sekurang-kurangnya Rp 5 miliar dan paling banyak Rp 100 miliar.

"Berdasarkan undang-undang KUHP kedua tersangka akan dikenakan hukuman 8 tahun, dan dendam 5 miliar sampai 100 miliar," beber Kombes Barly.

Terkait maraknya penipuan dengan berbagai modus dilakukan para pelaku, untuk itu Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi SIk mengimbau kepada masyarakat terutama bagi yang ingin melakukan pinjaman kredit ke pihak bank diharap berhati-hati dan lebih waspada.

"Bank BRI yang menjadi korbannya sebesar Rp 2,6 miliar karena tidak ada setoran dari nasabah selama 2 tahun," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pengakuan tersangka Marsidi kalau uang yang tidak setor sebanyak Rp 600 juta.

Uang itu digunakan untuk keperluan pribadi sisanya membeli tanah untuk disewakan di wilayah Banyuasin.

"Karena uangnya banyak saya khilaf jadi uangnya tidak saya setor, uangnya saya pakai untuk keperluan pribadi," tandasnya.

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved