Bercocok Tanam Tumpang Sari Vanili dan Kopi, Petani OKU Selatan Raih Penghargaan

Berhasil bercocok tanam Vanili sistem tumpang sari Vanili dengan Kopi di Kabupaten OKU Selatan mendapat penghargaan sebagai petani Inovatif di Sumsel.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Alan Nopriansyah
Pemanenan buah Vanili di Desa Kemu Induk Kecamatan Pulau Beringin OKU Selatan, mendapat penghargaan sebagai petani Inovatif di Sumsel, Selasa (12/7/2022). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah


SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Berhasil bercocok tanam Vanili sistem tumpang sari Vanili dengan Kopi, Aan Syaputra (36) warga Desa Kemu Induk Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan mendapat penghargaan sebagai petani Inovatif di Sumsel.

Penghargaan sebagai petani Inovatif di Sumsel tersebut diserahkan langsung oleh Head Newsroom Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti dan GM Bisnis Ririen Kusumawardhani dalam acara Serasehan Kelompencapir Milenial 1001 Cerita dari Bumi Sriwijaya Menuju Sumsel Mandiri Pangan di Griya Agung Palembang, Selasa (12/7/2022).

"Iya, tentunya sangat bersyukur sebagai petani menerima penghargaan sebagai Weny petani Inovatif di Sumsel ini cukup memotivasi saya sebagai seorang petani di wilayah pelosok," ujarnya.

Dinobatkan sebagai salah satu petani Inovatif di Sumsel, petani satu ini sudah membuktikan bahwa tanaman vanili dapat hidup berdampingan dengan tanaman kopi yang mayoritas tanaman utama di daerah tersebut.

Dituturkannya, awalnya belajar bercocok tanam Vanili lewat internet video youtube dan informasi dari rekannya. Kini Aan sudah meraup penghasilan dari Vanili mencapai Rp 30 juta perbulan.

Dikebunya itu, ia memanfaatkan lahan satu hektare lahan kopi dengan menanam menanam 500 batang Vanili. Berselang lima tahun perbulannya dapat memanen 200 kilogram buah basah.

Perkilonya menjual seharga Rp 150 ribu untuk buah basah sedangkan untuk buah kering dengan harga lebih tinggi mencapai Rp 1 juta.

"Alhamdulillah dari Vanili, perbulan menghasilkn puluhan juta, saat ini Vanili memang cukup menjanjikan dan pemeliharaannya hanya memerlukan kerajinan saat waktu Polinasi (pengawinan) diwaktu pagi hari," bebernya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved