Perang Ukraina

PERINTAH Serangan Besar Sudah Keluar, Ukraina Evakuasi Warga, Jadi Tameng Pasukan Rusia

Upaya evakuasi besar-besaran warga sipil itu untuk menghindari taktik licik Rusia

Editor: Wiedarto
(AFP/ARIS MESSINIS)
Asap mengepul di kota Severodonetsk dalam pertempuran sengit antara pasukan Ukraina dan Rusia. Ukraina evakuasi warga sipil agar tak dijadikan tameng Pasukan Rusia. 

SRIPOKU.COM, UKRAINA--Pemerintah Ukraina menyerukan warga mereka yang berada di Selatan untuk segera mengungsi. Upaya evakuasi besar-besaran warga sipil itu untuk menghindari taktik licik Rusia menjadikan warga tameng manusia.


Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk meminta segera meninggalkan kota-kota di Selatan Ukraina. Selain menghindari bombardir Rusia, langkah ini dilakukan untuk memastikan warga sipil tak menjadi korban Serangan Balasan Ukraina.

Pemerintah Ukraina mendesak orang-orang di wilayah selatan yang diduduki Rusia untuk mengungsi dengan berbagai cara. Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengatakan pada Sabtu (9/7/2022) bahwa pasukan Rusia menciptakan neraka di Ukraina timur.

Dia menuturkan, Rusia telah mengirim 20 serangan artileri, mortir, dan roket di provinsi tersebut semalam. Selain itu, lanjut Haidai, pasukan Rusia juga menekan ke arah perbatasan provinsi tetangga, Donetsk.

“Kami mencoba menahan formasi bersenjata Rusia di sepanjang garis depan,” tulis Haidai di Telegram, menggambarkan serangan itu sebagai neraka. Pekan lalu, Rusia merebut kota strategis terakhir di Luhansk, Kota Lysychansk, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Para analis telah memperkirakan bahwa pasukan Moswka kemungkinan akan mengambil jeda operasional untuk mempersenjatai kembali dan menyusun kembali pasukannya.

“Sejauh ini, belum ada jeda operasional yang diumumkan oleh musuh. Dia masih menyerang dan menembaki tanah kami dengan intensitas yang sama seperti sebelumnya,” kata Haidai.

Dalam unggahan terpisah, Haidai mengeklaim bahwa pengeboman di Luhansk bisa ditangguhkan karena pasukan Ukraina telah menghancurkan gudang amunisi dan barak Rusia.


Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengimbau penduduk wilayah yang dikuasai Rusia di selatan untuk mengungsi. Sehingga, pasukan pendudukan tidak dapat menggunakannya sebagai perisai manusia jika Ukraina melancarkan serangan balasan.

“Anda perlu mencari cara untuk pergi, karena angkatan bersenjata kami akan datang,” kata Vereshchuk.


“Akan ada pertempuran besar-besaran. Saya tidak ingin menakut-nakuti siapa pun. Bagaimanapun, semua orang mengerti semua ini,” sambung Vereshchuk. Berbicara dalam konferensi pers pada Jumat (8/7/2022) malam, Vereshchuk mengatakan upaya evakuasi warga sipil sudah dilakukan di beberapa bagian wilayah Kherson dan Zaporizhia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved