Berita Lubuklinggau
Dikecam MUI Lubuklinggau, Meli Dedi Penyanyi Sikok Bagi Duo Minta Maaf
MUI Lubuklinggau mengecam lagu tersebut karena lagu sikok bagi duo ini identik dengan gemerlapnya dunia hiburan malam.
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -Viralnya lagu remix sikok bagi duo yang dinyanyikan Meli Dedi di Kota Lubuklinggau menjadi pro dan kontra di masyarakat.
Ada masyarakat yang menganggap lagu tersebut sebagai hal yang biasa, namun banyak juga masyarakat yang mengganggap lagu sikok bagi duo yang dinyanyikan Meli Dedi tersebut berkonotasi negatif
Bahkan, MUI Lubuklinggau mengecam lagu tersebut karena lagu sikok bagi duo ini identik dengan gemerlapnya dunia hiburan malam.
Meli Dedi mengaku meminta maaf kalau lagu sikok bagi duo yang dinyanyikannya di acara hajatan di wilayah Lembak Bengkulu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
"Kalau memang itu salah saya mohon maaf, saya tidak akan mengulangi lagi dan akan heboh dengan cara yang lain," ungkapnya pada wartawan, Kamis (7/7/2022).
Menurutnya, bila berhenti total Meli Dedi tidak bisa karena profesinya merupakan seorang MC, mungkin kedepan dia akan mencari cara lain dan melakukan pemilihan kata-kata yang lain.
"Kedepannya saya ganti tidak pakai kata-kata itu, saya Meli Dedi RT 02 Kelurahan Kayu Ara mohon maaf," ujarnya.
Sementara, terkait video itu viral bukan dirinya yang meminta, dirinya tau-tau videonya saat nyanyi di Lembak (Bengkulu) viral, setelah empat sampai lima hari kemudian dirinya baru tahu kalau videonya viral.
"Kalau sengaja berarti saya yang ingin pro dan kontra, tapi saya kan tidak tahu (video viral) ," ungkapnya.
Pasca viral Meli Dedi mengaku cukup sedih karena ada beberapa netizen di media sosial (Medsos) menghujat dirinya begitu dalam, sampai mengeluarkan kata-kata tidak pantas.
"Perempuan makek (konotasi negatif), sedangkan saya sendiri tidak tahu," tambahnya.
Kemudian masalah lirik 'sikok bagi duo', Meli Dedi mengaku dari didengarnya dari
biduan-biduan orgen, dirinya cuma menyambungnya saja, dirinya tidak tahu artinya apa yang sebenarnya.
"Kalau artinya dari saya (makanan) misal petai bagi dua, roti bagi dua, sate sebungkus bagi dua, itu untuk anggota kami (sejuta enam dan itir-itir)," ungkapnya.
Sebagai MC, Meli Dedi mengaku hanya merangkainya saja, kalau pun ada asumsi mereka (netizen) yang negatif berarti mereka lebih faham.
"Kalau saya pribadi memang hobby nyanyi dan hobby joget, dibawa heppy dipanggung, istilahhnya MC itu harus menghidupkan suasana, kalau monoton penonton tidak mau joget, tidak baguslah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kepala-BNN-Lubuklinggau-AKBP-Himawan-Bagus-Riyadi-didampingi-Meli-Dedi.jpg)