Polres Muara Enim Amankan 8 Penambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 3 Diantaranya Warga Lampung

Sebanyak delapan penambang batubara illegal diamankan anggota dari Polres Muara Enim, 3 diantaranya warga Way Kanan, Lampung.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Polres Muara Enim mengamankan delapan penambang batubara ilegal di wilayah Muara Enim, Kamis (7/7/2022). 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM --- Karena telah melakukan penambangan batubara ilegal di wilayah hukum Polres Muara Enim tepatnya di lokasi RBA Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

Sebanyak delapan penambang batubara illegal diamankan anggota dari Polres Muara Enim, diantaranya 3 orang warga Way Kanan, Lampung.

Adapun Ke delapan pelaku penambang batubara illegal yang diamankan Polres Muara Enim tersebut yakni, Muhamad Ali (21) warga Desa Gunung Katul, Kecamatan Way Kanan, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Saparudin (38) warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL).

Selanjutnya, Junaidi (34) warga Desa Talang Kemiling, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Ade Permana (27) warga Talang Muara Enim, Kecamatan Lubuk Linggau Barat Satu, Kota Lubuk Linggau.

Kemudian,  Ismail Andriansyah (27) warga Capur Asri, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Tedi Setia Budi alias Ramadona (33) warga Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim.

Lalu Yunadi (41) warga Jalan Bintaro Raya, Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dan Waluyo Eli Riyadi (57) warga Blok D No 03 Bara Lestari II Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim.

Selain mengamankan pelaku kepolisan juga berhasil mengamankan barang bukti 1 unit alat berat jenis Excavator merek Cobelco PC 200 warna Hijau, 1 unit mobil pick up Daihasu Grand Max  warna putih Nopol profit BG 1556 XQ.

Serta 1 unit mobil pick up Daihasu Grand Max warna Hitam Nopol BG B 9088 SAF, 1 unit mobil pick up Suzuki Carry warna Hitam Nopol BE 8162 XX, 4 buah cangkul, 2  buah sekop warna Biru, 2  buah corong warna Putih, 1  lusin karung warna Putih dan tali rapia.

"Benar saat ini kita telah mengamankan delapan penambang batubara illegal bersama barang buktinya karena telah melakukan tindak pidana Penambangan tanpa ijin (Peti),” kata Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanti SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Widhi Darma, Kamis (7/7/2022).

Dikatakan Kapolres, kasus terungkap berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa terdapat tambang batubara ilegal yang beroperasi di lokasi RBA Desa Keban Agung pada tanggal (29/6/2022).

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved