Perang Ukraina
DIPELOPORI Amerika Serikat, Operasi 'Perang Gandum' Ukraina Dimulai, Turkiye Hadang Kapal Rusia
"Pencuri Rusia mencuri gandum Ukraina, memuatnya ke kapal, melewati Bosporus, dan mencoba menjualnya ke luar negeri
SRIPOKU.COM, UKRAINA--Dipelopori Amerika Serikat operasi 'Perang Gandum' mulai dilaksanakan. Pemerintahan Joe Biden serukan kepada dunia, terutama negara-negara di Afrika untuk tidak membeli gandum yang dicuri Rusia dari Ukraina.
Sejak Mei lalu, Amerika Serikat memperingatkan negara-negara Afrika agar tidak membeli biji-bijian yang telah dicuri dari negara Eropa Timur. Ukraina juga mengeluarkan peringatan serupa kepada negara asing bulan itu.
Hasilnya, otoritas bea cukai Turkiye telah menahan sebuah kapal kargo Rusia yang membawa gandum yang diduga telah dicuri oleh Ukraina. Reuters melaporkan Minggu (3/7/2022) bahwa Ukraina telah meminta Turkiye untuk menahan kapal, yang disebut Zhibek Zholy.
"Kami memiliki kerja sama penuh. Kapal saat ini ditahan di pintu masuk pelabuhan, diamankan oleh otoritas bea cukai Turkiye," kata Duta Besar Ukraina untuk Turkiye, Vasyl Bodnar, kepada televisi nasional Ukraina sebagaimana dilansir Newsweek.
Duta Besar mengatakan bahwa Ukraina berharap gandum akan diambil dari kapal. Sejak invasi Rusia ke Ukraina, pejabat Ukraina menuduh negara itu mencuri gandumnya dan mencoba menjualnya ke luar negeri.
Pada Mei, Amerika Serikat memperingatkan negara-negara Afrika agar tidak membeli biji-bijian yang telah dicuri dari negara Eropa Timur. Ukraina juga mengeluarkan peringatan serupa kepada negara asing bulan itu.
"Pencuri Rusia mencuri gandum Ukraina, memuatnya ke kapal, melewati Bosporus, dan mencoba menjualnya ke luar negeri," kicau Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, pada 24 Mei. Dia pun meminta semua negara untuk tetap waspada dan menolak proposal semacam itu.
“Jangan membeli yang dicuri. Jangan menjadi kaki tangan untuk Kejahatan Rusia. Pencurian tidak pernah membawa keberuntungan bagi siapa pun,” tegasnya.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Reuters mengutip sumber anonim Ukraina yang menuduh bahwa 4.500 ton biji-bijian di kapal yang ditahan telah diambil dari Berdyansk, sebuah kota pelabuhan yang diduduki Rusia. Pada 30 Juni, Radio Free Europe melaporkan bahwa sebuah kapal kargo dengan 7.000 ton gandum meninggalkan Berdyansk.
Yevhen Balytskiy, seorang pejabat Rusia yang ditunjuk oleh Moskwa untuk mengelola wilayah yang diduduki, dilaporkan mengatakan kapal itu akan berangkat ke "negara-negara sahabat".
Berita Turkiye menahan kapal kargo Rusia juga muncul kurang dari sebulan setelah Bodnar menuduh Turkiye membeli gandum yang dicuri Rusia. Newsweek yang melaporkan berita ini telah menghubungi kementerian luar negeri Rusia dan Ukraina untuk memberikan komentar.
Pekan lalu, pasukan Rusia menarik diri dari Pulau Ular di Laut Hitam dalam sebuah langkah yang dapat mempermudah ekspor gandum Ukraina untuk pergi dari kota pelabuhan Odessa.
Secara keseluruhan Rusia dan Ukraina menghasilkan 30 persen gandum dan jelai dunia, menurut PBB. Ukraina juga telah bekerja dengan PBB untuk mengangkut gandum melewati blokade Rusia di Laut Hitam.
“Rusia memainkan permainan kelaparan dengan dunia dengan memblokir ekspor makanan Ukraina dengan satu tangan dan mencoba untuk mengalihkan kesalahan pada Ukraina dengan (tangan) yang lain," cuit Kuleba pada 31 Mei.
Lebih lanjut menurutnya, Ukraina sedang mengerjakan operasi internasional yang dipimpin PBB dengan angkatan laut mitra, memastikan rute perdagangan yang aman tanpa risiko keamanan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gadass.jpg)