Catat! 15 Hari lagi Facebook Terancam Diblokir Kominfo, Ini Penjelasannya

Berikut penjelasan Fecebook belum yang akan terancam diblokir Kominfo 20 Juli 2022.

ilustrasi/bali.tribunnews.com
Facebook menjadi salah satu platform sosial media yang terancam diblokir Kominfo 22 Juli nanti. 

SRIPOKU.COM - Berikut alasan yang membuat platform Facebook akan diblokir per 20 Juli nanti.

Penyebab Facebook terancam diblokir karena menjadi salah satu Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang belum terdaftar di Indonesia.

Sebagai PSE asing, Facebook harus segera mendaftar atau platform digital akan diblokir oleh pemerintah pada 20 Juli 2022.

Baca juga: Hati-hati Transaksi Jual Beli di Marketplace Facebook, Lakukan Hal Berikut Untuk Hindari Penipuan

Cara mudah mendownload foto dan video dari Facebook tanpa bantuan aplikasi apapun.
Cara mudah mendownload foto dan video dari Facebook tanpa bantuan aplikasi apapun. (ilustrasi/wow.tribunnews.com)

Wacana pemblokiran Facebook disampaikan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), Dedy Permadi.

Melansir Tribuntimur.com, Facebook harus mendaftar sebagai platform digital privat ke Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

Dedy Permadi mengatakan PSE asing dapat melakukan pendaftaran secara online melalui Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Berbasis Risiko Kominfo.

"Setelah melakukan identifikasi, Kominfo akan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait yang menjadi pengampu sektor tersebut," ujarnya dikutip Sripoku.com, Senin (4/7/2022).

Sebagai PSE ternama di Indonesia, Facebook ditegaskan untuk segera melakukan pendaftaran sebelum 20 Jull 2022.

"Kami juga berkomunikasi dengan mereka, harapan kami PSE-PSE yang besar itu akan taat kepada peraturan," tuturnya.

Hal tersebut menjadi suatu kewajiban yang harus dijalankan kepada pemerintah Indonesia agar mendorong ruang digital yang aman dan sehat.

Selain itu, PSE yang mendaftar Online Single Submission Risk Based Approach akan berguna ketika terjadi permasalahan yang melibatkan hukum.

"Kepatuhan PSE terhadap regulasi di Indonesia bisa dioptimalkan melalui sistem pendaftaran," lanjutnya.

"Kami ingin tahu apakah PSE itu sudah memiliki sistem yang cukup mumpuni untuk melindungi data penggunanya," tambahnya.

Selain Facebook, platform META milik Mark Zuckerberg lainnya seperti WhatsApp dan Instagram juga diimbau Kominfo Indonesia.

Berbeda dengan itu, PSE asing terkenal yang sudah melakukan pendafataran antara lain TikTok dan Linktree.

Baca juga: CARA Download Foto dan Video dari Facebook Tanpa Aplikasi, Mudah dan Gak Bikin Ribet

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved