Bahaya Minum Kopi Saat Haid, Risiko Rasa Nyeri Makin Parah hingga Timbulkan Kecemasan

Ternyata minum kopi saat haid bisa membuat rasa nyeri makin parah, hingga menimbulkan resiko kecemasan, ini penjelasannya.

Penulis: Melati Putri Arsika | Editor: Sudarwan
ilustrasi/medan.tribunnews.com
Bahaya minum kopi saat periode haid berlangsung, bisa membatasi aliran darah ke rahim. 

SRIPOKU.COM - Minum kopi saat haid dapat memunculkan bahaya bagi tubuh.

Efek samping dari minum kopi dapat menimbulkan risiko kecemasan dan merusak siklus haid.

Harus diwaspadai ketika periode haid berlangsung untuk tidak minum kopi.

Baca juga: Racikan Kopi Susu Ala Cafe Bisa Buat di Rumah, Hanya dengan Tiga Bahan Ini

Tak perlu repot lagi pergi ke cafe saat sedang ingin minum kopi susu, coba dengan tiga bahan ini bisa menikmati minuman kopi susu di rumah.
Tak perlu repot lagi pergi ke cafe saat sedang ingin minum kopi susu, coba dengan tiga bahan ini bisa menikmati minuman kopi susu di rumah. (kolase/travel.tribunnews.com)

Melansir dari Kompas.com, bahaya yang ditimbulkan saat minum kopi disebabkan oleh kandungan kafein.

Sebetulnya tidak ada larang untuk mengonsumsi kopi saat haid, tetapi lebih baik dihindari.

Faktanya, kafein pada kopi dapat meningkatkan energi untuk tubuh yang lemas, tetapi ketika haid akan memperparah rasa nyeri.

Hal lumrah ketika haid muncul rasa nyeri perut bagian bawah, namun akan lebih parah ketika kafein masuk dalam tubuh.

Sebab akan membuat pembuluh darah menyempit, sehingga aliran darah ke rahim akan semakin sedikit, dan membuat nyeri semakin parah.

Selain nyeri, terbatasnya aliran darah ke rahim akan meningkatkan ketegangan selama proses peluruhan dinding rahim.

Kemudian merambat pada perubahan hormonal yang bisa meningkatkan rasa cemas dan jantung berdebar lebih cepat.

Munculnya kecemasan tersebut karena terjadi peningkatan hormon stress yakni kortisol, norepinefrin dan epinefrin.

Ketiga hormon tersebut memiliki peran untuk meningkatan tekanan darah dan detak jantung.

Saat kadar mereka meninggi dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh akan ditekan karena kurang mendapatkan suplai oksigen ke otak.

Kondisi inilah yang akan membatasi pembuluh darah lalu menyebabkan ketegangan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved