Berita Empatlawang

Keluarga Tahanan Tewas di Polres Empat Lawang Melapor ke Polda Sumsel dengan Laporan Pembunuhan

Kondisi tahanan tewas di Polres Empat Lawang sangat mengenaskan. Ada beberapa luka seperti pada bagian wajah, hidung dan telinga mengeluarkan darah

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/OKI PRAMADANI
Kuasa hukum David Sanaki SH dan keluarga tahanan tewas di Polres Empat Lawang, menunjukkan foto-foto korban Ari Putra (28), saat melapor ke Polda Sumsel, Rabu (29/6/2022) sore. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus tahanan tewas di Mapolres Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan terus bergulir.

Kasus tahanan tewas tersebut kini dilaporkan oleh orang tua almarhum Ari Putra (28) ke Polda Sumsel, Rabu (29/6/2022) sore.

Tahanan tewas tersebut merupakan warga Desa Bayau, Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Korban tewas pada Selasa (21/6/2022) lalu.

Kuasa hukum keluarga Ari Putra, David Sanaki SH mengatakan, dia bersama pihak keluarga resmi melaporkan oknum polisi Polres Empat Lawang yang diduga terlibat atas meninggalnya Ari Putra ke Bid Yanduan Propam Polda Sumsel.

Baca juga: Tahanan Tewas di Empat Lawang Diduga Dikeroyok Oknum Polisi, Bid Propam Polda Sumsel Turun Tangan

"Pada saat Ari ditangkap, tidak ada surat penangkapan, juga tidak ada surat pemberitahuan. Kemudian keesokan harinya pihak keluarga mendapat kabar bahwa Ari sudah meninggal dengan kondisi mengenaskan," ujarnya.

Baca juga: Tahanan Polres Empat Lawang Tewas di Sel, Keluarga Tuntut Keadilan: Tiga Orang Jadi Tersangka

David mengungkapkan bahwa kondisi Ari saat dipulangkan ke rumah duka terlihat ada luka luka di sekujur tubuhnya.

David juga menunjukan foto-foto Ari yang tewas dengan beberapa luka seperti pada bagian wajah, hidung dan telinga mengeluarkan darah, bagian mulut pecah, rambut dibakar, serta kaki yang dinecis.

"Kami melaporkan pembunuhan karena tidak ada surat penangkapan, bahkan keluarga tahu meninggalnya Ari Putra itu dari orang lain bukan dari pihak kepolisian," jelasnya.

Tidak hanya itu, David juga membeberkan fakta bahwa tewasnya Ari diduga adanya keterlibatan oknum Sat Reskrim Polres Empat Lawang.

"Sementara diduga ada sebelas orang (oknum polisi) dengan tiga pelaku pelaku utamanya, tapi tidak menutup kemungkinan lebih," jelasnya.

David juga turut membawa saksi kunci Bayu Anggara (21) yang saat itu juga ditangkap Polres Empat Lawang bersamaan dengan Ari Putra.

"Kami ada saksi Bayu Anggara, saat ini sudah dilepaskan karena saat itu warga melakukan aksi demo agar Bayu dilepaskan karena pada saat itu tidak ada surat penangkapan," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved