Harga Minyak Goreng Mulai Turun, Giliran Mie Instan Pekan Depan Naik Ini Peyebabnya

Saat minyak goreng mulai berangsur turun harganya, justru tepung terigu naik akibatnya harga mie instan diprediksikan akan naik

Editor: adi kurniawan
Kolase Sripoku.com
Harga minyak goreng mulai turun, tetapi harga tepung terigu naik dampaknya harga mie instan akan segera naik. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Harga minyak goreng mulai berangsur turun, penurunan harganya juga cukup signifikan hingga Rp 11 ribu per kemasan, sementara harga mie instan diprediksikan akan naik.

Kenaikan harga mie instan dipengaruhi karena harga tepung terigu naik. 

Sementara itu Store Manager Diamond James Liwang mengatakan, minyak goreng yang turun tetapi diprediksikan harga mie instan akan naik.

Berikut harga minyak merek Tropical botol ukuran 2 liter saja dari semula harga Rp 51 ribu per botol turun jadi Rp 39.900 per botol.

"Sejak empat hari lalu turun harganya sehingga banyak yang sudah beli," ujar James, Rabu (28/6/2022). 

Baca juga: Minyak Goreng Kemasan Sederhana Bakal Masuk Supermarket, Migor Curah Sudah Jarang Ditemui di Pasar

James mengatakan menurut  informasi yang dia dapat memang harga minyak goreng sawit premium sudah mulai turun harga namun baru Tropical saja yang menurunkan harganya.

Merek lain harganya masih tinggi di atas Rp 40 ribuan per 2 liter.

SunCo kemasan refil 2 liter misalnya harganya masih dibandrol Rp 47 ribu meski sudah promo turun Rp 2 ribu dari harga normal.

Sedangkan minyak goreng fortune juga dibandrol Rp 47 ribu kemasan refil  2 liter, bimoli kemasan 1 liter dibandrol Rp 23 ribu, M&M kemasan bantal dibandrol Rp 22.22 ribu 1 liter.

Saat minyak goreng mulai berangsur turun harganya, justru tepung terigu naik karena dampak perang Rusia ke Ukraina yang menyebabkan pasukan gandum Ukraina tidak bisa diekspor sehingga berdampak pada naiknya harga tepung terigu beserta produk olahannya seperti mie instan.

Tepung terigu protein rendah atau Segitiga biru dibandrol Rp 13.200 per kg, tepung terigu protein tinggi Cakra dibandrol Rp 13.850 per kg, dan tepung terigu protein sedang Kunci biru dibandrol Rp 12.800 per kg. 

James mengatakan tepung terigu harganya naik sekitar Rp 1-2 ribu rupiah dibarengi juga harga mie instan yang juga bakal kembali naik lagi.

Mie instan dipastikan harganya bakal naik awal pekan depan karena sudah ada produsen yang menawarkan apakah akan menyetok barang lebih banyak sebelum harga naik.

"Senin depan naik mie instan tapi belum tahu berapa besar kenaikannya sebab kami sudah ditawari mau stok atau tidak," kata Jemes.

Sementara itu harga minyak goreng di minimarket Indomaret di kawasan Perumnas misalnya harga minyak goreng Tropical juga sudah turun menjadi Rp 41.500 per 2 liter kemasan botol.

Sementara itu minyak merek lain harganya masih sama ada yang masih dibandrol di atas Rp 40 ribuan per  2 liter.

Sementara itu harga mie instan sudah dibandrol Rp 3.100 untuk merek Indomie hampir semua merek kecuali mie rebus rasa kaldu udang yang masih dibandrol di bawah Rp 3.000 per bungkus.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved