Berita Muara Enim

Polres Muara Enim Selesaikan Kasus Tindak Pidana Melalui Restorative Justice

Polres Muara Enim selesaikan satu kasus pidana secara Restorative Justice, atas nama pelapor Asranudin, dengan menghentikan Penyelidikan

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Foto kiri, surat pernyataan damai dari kedua belah pihak, dan foto kanan pihak Polres Muara Enim selesaikan kasus pidana melalui Restorative Justice. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Polres Muara Enim selesaikan satu kasus pidana secara Restorative Justice, atas nama pelapor Asranudin, dengan menghentikan Penyelidikan atas Laporan Polisi nomor : LP/B-134/VI/SPKT/Polres Muara Enim/Polda Sumatera Selatan di Polres Muara Enim, Minggu (26/6/2022).

Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto didampingi Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma dan Kabag Humas Iptu Situmorang mengatakan, bahwa pada hari Rabu tanggal 8 Juni 2022 sekitar pukul 00.15 di Jalan Trans Sosial dekat kuburan Cina Kelurahan Pasar I Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim, telah terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku atau terlapor Beni Dedi ST terhadap korban atau pelapor Asranudin.

Kejadian tersebut berawal adanya selisih paham antara pelaku dengan korban tentang kerjasama angkutan batubara di Jalan Servo yang mana sebelumnya korban berencana akan memasukan mobil angkutan ke perusahaan pelaku.

Tetapi setelah dilakukan deposit oleh pelaku kepada korban ternyata mobil yang didatangkan tidak sesuai, sehingga pelaku merasa ditipu oleh korban.

Dan sebelumnya pelaku sering menghubungi korban untuk menyelesaikan permasalah tersebut akan tetapi hanya dijanjikan sehingga pelaku merasa dipermainkan dan emosi sehingga pelaku dengan menjemput korban di kontrakan dan membawanya di Jalan Trans Sosial sehingga akhirnya terjadilah pengeroyokan.

Atas kejadian tersebut, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Muara Enim.

Setelah itu, lanjut Widhi, Kepolisian melakukan langkah-langkah penyelidikan namun ternyata kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara berdamai secara kekeluargaan dan berjanji untuk tidak saling menuntut serta mengirimkan surat pencabutan laporan kepada pihak Kepolisian Resort Muara Enim serta melampirkan surat mencabut kembali keterangan sebelumnya. 

Atas permintaan korban dan pelaku tersebut sehingga Satreskrim Polres Muara Enim melakukan Restorative Justice terhadap laporan tersebut dan menghentikan Penyelidikan.

Masih dikatakan AKP Widhi, bahwa dasar hukum dari Restorative Justice itu adalah Perpol No 8 tahun 2021.

Dimana Polri perlu mewujudkan penyelesaian tindak pidana dengan mengedepankan keadilan restorative, yang menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula serta keseimbangan perlindungan dan kepentingan korban dan pelaku tindak pidana yang tidak berorientasi pada pemidanaan merupakan suatu kebutuhan hukum masyarakat.

"Restorative justice merupakan penyelesaian perkara di luar pengadilan yang tidak hanya melihat aspek kepastian hukum, tetapi juga pada kemanfaatan dan keadilan," jelasnya. (ari)

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved