Buya Menjawab

Imam Terlalu Cepat, Makmum Belum Selesai Baca Surah Al-Fatihah Imam Sudah Rukuk

Makmum belum selesai baca surah al-Fatihah imam sudah rukuk, kami pun ikut rukuk.

Editor: Bejoroy

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, imam sholat di masjid kami cepat sekali sehingga di raka’at ke tiga dan ke empat, kami makmum belum selesai baca surah al-Fatihah imam sudah rukuk, kami pun ikut rukuk.

Apa hukumnya sholat kami Buya, mohon penjelasan. Terima kasih.
08527332xxxx

Jawaban
Wa’alaikukmussalam.Wr.Wb.
Dalam sholat berjama’ah terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama mazhab; Imam Hanafi berpendapat bahwa jika berjama’ah baik di dalam sholat jahar maupun sir, makmum tidak diwajibkan membaca al-Fatihah, begitu pula imam Maliki dan Imam Hambali apabila sholat jahar (keras) makmum mendengar saja tidak wajib membaca al-Fatihah. Berbeda dengan ketiga Imam tersebut, Imam Syafi’I berpendapat wajib bagi makmum membaca surah al-Fatihah baik pada sholat jahar maupun sirr, DENGAN DALIL hadits sbb;

Membaca al-Faatihah di dalam sholat menurut mazhab Syafi' adalah rukun bagi imam dan makmum serta munfarid, baik sholat sirriyah ataupun jahriyah, fardlu atau sunnat. Apabila dalam sholat sirr, imam dan makmum sama berkewajiban membaca al-Fatihah dan sunnat membaca Surah pada raka'at pertama dan kedua, sedangkan pada raka'at berikutnya, ketiga atau ke empat wajib membaca al-Faatihah saja. Apabila sholat jahar, makmum berkewajiban membaca surah al-Fatihah saja di setiap raka'at, sedangkan surah sesudah al-Faatihah pada raka'at pertama dan kedua cukup mendengarkan bacaan imam. Imam Syafi'i beralasan sabda Nabi Muhammad Saw.
"Tidak ada Sholat (tidak sah) bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitab". (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Serta Hadits Ubadah Bin Shamid yang artinya: "Dari Ubadah bin Shamid berkata; Sholat bersama kami Rasulullah saw. pada Sholat Subuh, maka bacaan beliau tampaknya berat. Seusai sholat, beliau mengatakan, "Aku memperhatikan kamu membaca di belakang Imam". Jawab kami, "Benar Ya Rasul". Jawab Rasulullah (selanjutnya), "Jangan kamu membaca kecuali (bacaan) Ummul Quran, karena sesungguhnya tidak ada sholat (tidak sah) kalau tidak membaca (al-Faatihah) di dalamnya (sholat)". (HR. Abu Dawud, at-Tarmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban).

Menurut madzhab Hanafi, apabila sholat berjama'ah, ma'mum mendengarkan saja bacaan surah baik al-Faatihah maupun surah lainnya karena bacaan imam sudah termasuk bacaan ma'mum di dalam sholat jahr dan sirr.

Alasan madzhab Hanafi, Nabi Muhammad Saw. bersabda yang artinya, "Siapa yang sholat di belakang Imam maka bacaan Imam itu menjadi bacaan (makmum)." HR.Abu Hanifah dari Jaabit Ra.)

Sabda Rasulullah Saw.: "Bahwasanya dijadikan Imam itu hanya untuk diikuti, maka apabila Imam bertakbir, maka bertakbirlah kalian, apabila Imam membaca, maka diamlah kalian". (HR.Muslim dari Abu Hurairah).

Menurut mazhab Maliki, membaca surah pada raka'at pertama dan kedua di dalam sholat adalah sunnat, sedangkan al-Faatihah adalah rukun. Apabila sholat sirr ma'mum membaca al-Faatihah dan surah bersama Imam pada raka'at pertama dan kedua, sedangkan pada raka'at ketiga dan ke empat, al-Faatihah saja dan tidak perlu membaca pada sholat jahr.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved