Berita Palembang

Diwacanakan Dihapus Pemerintah, Pedagang di Palembang Mulai Jarang Jual Minyak Goreng Curah

Wacana penghapusan minyak goreng curah tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lal

Penulis: Merry Lestari | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Merry Lestari
Pedagang sembako di pasar Rakyat Kebon Semai Palembang tampak tak lagi menjual minyak goreng curah, Kamis (16/5/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Isu minyak goreng curah akan dihapus pemerintah kembali beredar.

Wacana penghapusan minyak goreng curah tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, hanya Indonesia dan Bangladesh yang mengkonsumsi minyak goreng curah, sementara negara lain di dunia tak lagi menggunakan komoditas ini sebagai pangan dasarnya. 


Di Palembang sendiri, beberapa konsumen minyak goreng seperti pelaku UMKM produksi kemplang goreng dan pedagang gorengan mengungkap tidak menggunakan minyak goreng curah. 


"Kita gak pakai minyak goreng curah, kita pake yang kemasan.

Jadi kalau pun minyak goreng curah mau dihapus kita gak ada pengaruhnya," ungkap Cece pemilik rumah produksi kemplang ikan yang ada di Pahlawan Palembang, Kamis (16/6/2022).


Hal serupa juga diungkap oleh pedagang gorengan di Jalan Tombak, ia memilih tak menggunakan minyak goreng curah karena ribet. 


Selain itu, saat Sripoku.com berkunjung ke pasar tradisional Palembang sudah jarang ditemukan pedagang yang menjual minyak goreng curah. 


Seperti di pasar Kebon Semai Palembang, hanya ditemukan 2 pedagang yang menjual minyak goreng curah. 


Menurut keterangan Ali, salah satu pedagang sembako di pasar Kebon Semai, ia sudah lama tak menjual minyak goreng curah karena besar modalnya. 


"Udah ama gak jual, ribet besar modal. Kita mau bongkar trus ngemas lagi. Di sini aja cuma ada 2 yang jual," ungkapnya. 


Sedangkan menurut Soni, pedagang sembako yang masih menjual minyak goreng curah, ia membeli minyak goreng curah dari agen seharga Rp16.000 per liter. 


Salah satu alasan ia masih menjual minyak goreng curah karena masih ada pembeli yang berminat. 


"Masih ada yang beli, kita beli dari agen Rp16.000 seliter. Gak pake syarat apa-apa," tutur Soni.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved