Berita Palembang

Melihat Rumah Produksi Kemplang Khas Palembang, Rasanya Nikmat Terkenal Hingga ke Mancanegara

Kemplang merupakan salah satu makanan camilan khas Palembang yang sudah dikenal bahkan hingga ke mancanegara.

Penulis: Merry Lestari | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Merry Lestari
Pekerja di pabrik rumah produksi Kemplang Aling sedang mengaduk adonan Rabu (16/6/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kemplang merupakan salah satu camilan khas Palembang yang sudah dikenal bahkan hingga ke mancanegara, Rabu (16/6/2022).

Tak jauh berbeda dari pempek, camilan renyah ini juga dibuat dari adonan berbahan dasar ikan giling dan sagu.

Seperti diungkap salah satu pegawai di rumah produksi 'kemplang Aling' yang berlokasi di Pahlawan, Palembang, bahan baku pembuatan kemplang hanyalah ikan giling, tepung sagu, garam dan penyedap rasa.

"Bahannya ya cuma ini aja, ikan, sagu, garam sama sedikit micin," ungkap Evan, Kepala produksi di tempat itu.

Evan menyebut, setiap harinya pabrik produksi kemplang ini bisa menghabiskan sebanyak 500 kilogram tepung sagu dan sepikul ikan Kakap giling.

Selain itu, ia juga mengatakan dalam sekali penggorengan prabim kemplang Aling ini akan menghabiskan minyak sebanyak 100 kilogram, yang dibagi dalam dua wajan besar.

"Kita goreng kalau ada pesanan atau sekitar 2 kali seminggu, gak tiap hari. Tapi itu sekalinya kita goreng butuh minyak 100 kilo," jelas Evan.

Menurut keterangan Evan, rumah produksi yang sudah berdiri sejak belasan tahun lalu ini bahkan sudah menembus pasar internasional.

"Ini kemana-mana, Jakarta, Padang, bahkan kita juga kirim sampai ke Malaysia," lanjutnya.

Evan yang mengaku telah bekerja kurang lebih selama 11 tahun di tempat itu mengaku cukup terbantu dalam mencukupi kehidupan keluarganya.

"Saya usah 11 tahunan, anak udah 2 di sini," tutur Evan.

Di pabrik produksi kemplang Aling tersebut Evan diberi kepercayaan oleh sang pemilik sebagai kepala produksi, sekaligus mengawasi pegawai lainnya.

Saat Sripoku.com berkunjung ke lokasi, pegawai di sana tengah sibuk pada pekerjaan mereka masing-masing, dan Evan sendiri menjadi salah satu yang melakoni beberapa pekerjaan di sana, seperti membuat adonan dan mengukus kemplang yang sudah dibentuk.

Aroma khas ikan giling menyeruak di dalam ruangan produksi tersebut.

Adapun pengerjaan pembuatan kemplang di pabrik rumah produksi tersebut masih dikerjakan secara manual.

Hanya dibantu dengan beberapa alat untuk memotong dan mencetak adonan kemplang saja. Namun, meski demikian para pekerja di tempat itu dalam sehari bisa menghasilkan hingga 10 karung kemplang mentah dengan berat sekitar 50-an kilo per karung.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved