Berita Palembang

DIKAWAL Brimob Bersenjata Lengkap, 15 Anggota DPRD Muaraenim Nangis Haru Peluk Keluarga Usai Sidang

- Tangis haru linangan air mata mengiringi pertemuan 15 oknum anggota DPRD Muarenim non aktif atas suap fee 16 paket proyek

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Abdul Hafiz
Tangis haru usai sidang dugaan korupsi menghadirkan terpidana mantan Bupati Muaraenim Ahmad Yani dan Aries AB alias Om Yes mantan Ketua DPRD Muarenim bersaksi untuk 15 anggota DPRD Muarenim non aktif atas suap fee 16 paket proyek dan pengesahan APBD tahun anggaran 2019 di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (15/6/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tangis haru linangan air mata mengiringi pertemuan 15 oknum anggota DPRD Muarenim non aktif atas suap fee 16 paket proyek dan pengesahan APBD tahun anggaran 2019 di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (15/6/2022).

Usai majelis hakim memberikan kesempatan para terdakwa bertemu dengan keluarganya dengan izin pengawasan Jaksa Penuntut Umum KPK RI, satu-persatu petugas kejaksaan bersama anggota Brimob Polda Sumsel bersenjata lengkap mengawal para terdakwa dari ruang sidang keluar menuju ruang tunggu terdakwa. 

Pihak keluarga menyambut bahagia bisa bertemu dengan 15 anggota DPRD Muaraenim non aktif yang selama ini menjadi tahanan KPK RI di Jakarta dan masuk ke mobil tank Brimob

"Tangkap galo anggota dewan yang belum ditangkap. Nah sholat bae dak boleh. Kami ini muslim," teriak beberapa anggota dewan yang digiring ke ruang tunggu terdakwa untuk diangkut dengan kendaraan Brimob Polda Sumsel ke Rutan Pakjo Palembang. 

Sidang lanjutan pembuktian perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji fee 16 paket proyek dan pengesahan APBD tahun anggaran 2019 yang menjerat 15 terdakwa anggota DPRD Muaraenim kali ini menghadirkan lima orang saksi diantaranya, mantan Bupati Muaraenim Ahmad Yani, Ketua DPRD Aries HB dan Elfin MZ Mochtar.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Seperti diketahui 15 terdakwa itu adalah, lima orang anggota DPRD Muaraenim periode 2019-2023 Agus Firmansyah, Ahmad Fauzi, Mardalena, Samudra Kelana serta Verra Etika.

Kemudian 10 mantan anggota DPRD, yakni Daraini, Elsa Hariawan, Elison, Faizal Anwar, Hendly, Irul, Misran, Tjik Melan, Umam Fajri serta Wiliam Husin.

Kelima belas terdakwa itu, dijerat dengan dakwaan sama dengan sepuluh terdakwa lainnya yang telah  divonis pidana oleh Majelis Hakim Tipikor Palembang masing-masing selama 4 tahun penjara.

Dalam keterangannya saat dicecar Jaksa KPK soal pemberian 10 persen dari paket proyek untuk masing-masing anggota DPRD Muara Enim, Ahmad Yani mengakui fee tersebut diberikannya untuk membantu biaya Pemilihan Legislatif (Pileg) teman-teman anggota DPRD.

"Saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), saudara mengakui adanya pembagian jatah fee 10 persen untuk masing-masing anggota DPRD Muara Enim sebesar 200 juta, apakah benar?," kta Jaksa KPK kepada Ahmad Yani.

Ahmad Yani menjelaskan bahwa fee 10 persen tersebut, awalnya dibahas dirinya bersama Ramlan Suryadi dan Elfin MZ Mochtar.

"Kita waktu itu mau bantu tema teman anggota DPRD mau Pemilihan Legislatif (Pileg), bagaimana caranya? Makanya keluarlah fee 10 persen sebesar 200 juta itu, tadi dari nilai proyek 2 miliar, uang itu dari Robi Okta Fahlevi. Namun, Elfin MZ Mochtar yang mengatur teknis pembagiannya," ungkap Ahmad Yani.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com
Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved