Virus Corona

'VAKSIN tak akan Berdaya', WHO Ingatkan Ancaman Nyata Jenis Virus Corona Baru yang Lebih Berbahaya

Jumlah kematian di Afrika dan kawasan Pasifik Barat terus meningkat akibat virus corona. Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa pandemi

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ayo lawan virus corona 

SRIPOKU.COM, JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingkatkan adanya ancaman dari jenis virus corona baru yang lebih berbahaya.

Bahkan Ghebreyesus mengatakan virus corona baru yang lebih berbahaya itu cukup nyata dan vaksin yang ada tidak akan berdaya.

Ghebreyesus mencatat bahwa organisasi prihatin dengan tren di beberapa daerah.

Secara khusus, jumlah kematian yang dilaporkan di Afrika dan kawasan Pasifik Barat terus meningkat.

Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa pandemi telah berakhir.

Seperti dilansir TASS, Agensi Berita Nasional Rusia, Ghebreyesus menambahkan dan menekankan bahwa sangat sulit untuk memprediksi bagaimana virus akan berkembang.

Pada 3 Juni, Organisasi Kesehatan Dunia menerima laporan tentang 528.816.317 kasus virus corona sejak awal pandemi dan 6.294.969 kematian.

Sepanjang hari, jumlah kasus meningkat 486.278, kematian - 1.380.

Perkembangan Covid-19 di Indonesia

Berikut sebaran kasus baru Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia, Jumat (3/6/2022).

Diketahui, hari ini terdapat penambahan kasus virus corona sebanyak 372 kasus.

Sebelumnya, Kamis (2/6/2022), kasus positif Covid-19 bertambah 304 kasus.

Bertambahnya 372 kasus hari ini menjadikan total kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 6.056.017 kasus.

Hal tersebut berdasarkan data yang diterima Tribunnews.com dari Satgas Covid-19 pada Jumat pukul 16.47 WIB.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved