WARGA Amerika Mulai Panik, Usai Joe Biden Pidato, Penembak Brutal Kembali Beraksi Serang Gereja

Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir ini diguncang dengan serentetan penembakan massal,

Editor: Wiedarto
.(TULSA WORLD/IAN MAULE via AP)
Petugas darurat saat mendatangi lokasi penembakan di Rumah Sakit kampus St Francis, gedung Natalie Medical Building, di Tulsa, negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat, Rabu (1/6/2022). 

SRIPOKU.COM, AMERIKA--Penembakan Iowa dengan 3 korban tewas ini nyatanya terjadi tak lama setelah Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato penting soal kekerasan bersenjata api pascapenembakan massal di Buffalo, New York, di Uvalde, Texas, serta di Tulsa, Oklahoma, dalam beberapa pekan terakhir ini.

Sementara itu, pada Kamis juga terjadi satu penembakan lainnya hingga melukai dua orang yang sedang menghadiri sebuah upacara pemakaman di Racine, Wisconsin.


Wakil Kepala Kantor Sherif Story County, Nicholas Lennie menjelaskan, penembakan Iowa terjadi di luar Gereja Cornerstone, sebuah gereja Kristen fundamentalis di bagian timur Kota Ames, ketika sedang diadakan acara. Ketika para petugas tiba di lokasi kejadian, mereka mendapati tiga orang dalam keadaan tak bernyawa, kata Lennie.


Lennie menambahkan bahwa dirinya tidak bisa memberikan keterangan soal hubungan di antara ketiga orang yang meninggal tersebut. "Kejadian ini tampaknya merupakan insiden tunggal, oleh satu penembak," ujarnya, Dilansir dari Reuters.

Beberapa saat sebelumnya, Biden mendesak Kongres agar melarang kepemilikan senjata serbu, memperketat pemeriksaan, serta menerapkan pengendalian senjata guna menangani permasalahan penembakan massal.


"Cukup sudah!" seru Biden. Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir ini diguncang dengan serentetan penembakan massal, yang menewaskan 10 warga kulit hitam di New York bagian utara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved