Berita Viral
PASANG Badan Bela Calon Bintara Gagal, Hillary Brigitta Ungkap Alasan: Second Opinion!
Kisah Fahrifadillah Nur Rizky yang mengadu namanya dicoret dan digantikan oleh orang lain, saat mengikuti proses seleksi pendidikan Bintara Polri
Penulis: Rahmaliyah | Editor: pairat
SRIPOKU. COM -- Kisah Fahrifadillah Nur Rizky yang mengadu namanya dicoret dan digantikan oleh orang lain, saat mengikuti proses seleksi pendidikan Bintara Polri sempat viral di media sosial.
Pemuda itu dinyatakan sempat lolos seleksi tahap satu, kemudian namanya tak ada di jajaran peserta yang lolos.
Polda Metro Jaya menjelaskan Fahri tak memenuhi syarat lantaran buta warna parsial.
Melihat kasus ini viral di medsos, Anggota Komisi I DPR RI Hillary Brigitta Lasut bak pasang badan.
Lewat akun instagramnya diketahui, Dia membeberkan alasannya membela Fahri.
"Banyak yang bertanya kenapa saya membantu Fahri Fadilah sampai merepost. Ketika di diagnosa mengidap suatu penyakit, pada umumnya dokter akan menyarankan untuk mencari second opinion atau opini kedua, bisa berupa pemeriksaan ke dokter lain, " Tulisnya
Dalam kasus Fahri, kata Hillary Brigitta, salah satunya dari RS MILITER dan dari sentra mata menyatakan hasil pemeriksaan tidak buta warna. Begitu juga dengan hasil test dan hasil supervisi sebelum pengumuman kelulusan.
"Saya berharap agar diagnosis pembanding ini dapat dipertimbangkan, karena di dunia kesehatan sangat disarankan untuk mencari second opinion, " Jelasnya.
Dari hasil Ranking 35/1200 menurutnya, Fahri membuktikan sebenarnya sangat capable, dan secara logika.
"Argumentasi dimana ada dugaan menghafal jawaban test itu agak kurang bisa diterima, karena saya yakin test kesehatan mata ada standarisasi tertentu yg tidak akan semudah itu dihafal, " Tambahnya
Apabila dugaan menghafal jawaban test tidak dapat dibuktikan beyond reasonable doubt, seharusnya tidak itu tidak merubah nasib seseorang.
Hillary Brigitta menjelaskan terkait dengan tidak lulus karena buta warna di tahun sebelumnya, Fahri mampu membuktikan bahwa ia menjalani terapi buta warna di area jogjakarta yang reviewnya di google saja sangat bagus, dan banyak yang setelah terapi terbukti lolos menjadi anggota tni dan polri bahkan “alumni”tempat terapi buta warna tersebut ada yang menjadi penembak jitu.
"Ini alasan kenapa saya masih memperjuangkan Fahri. Saya rasa apabila benar buta warna, dan memang tidak layak menjadi anggota polri, ia sejak awal pasti sudah tidak lolos. Fahri juga lolos supervisi mabes polri yang sudah dilakukan sebelum kelulusan, " Tegasnya
Dijelaskan nya Logika hukumnya, Test kesehatan atau test apapun yang krusial dan menjadi poin penentu kelulusan seharusnya di awal dan sebelum pengumuman kelulusan. Apabila suatu aturan atau kebijakan baru bisa membatalkan kelulusan dgn berlaku surut, secara hukum tidak dapat dibenarkan.
"Alasan lain adalah fahri sudah lulus di beberapa sekolah kedinasan lain yang sebenarnya bisa ia ambil karena ia berprestasi. Dan saya masih sangat berharap sekiranya dapat memohon kebijakan dari Pak Kapolri untuk mempertimbangkan second opinion ini, sehingga jajaran Polda punya landasan untuk mengambil kebijakan," Jelasnya.
"Karena menurut info, supervisi dilakukan oleh mabes polri. Ia sempat lolos juga di sekolah kedinasan lain, tapi karena mimpinya menjadi anggota polri akhirnya terwujud, pada tahun itu ia memilih tidak melanjutkan ke sekolah kedinasan tersebut, " Tambahnya.
Baca juga: Ditolak Mentah-mentah, Jenderal Dudung Tidak Akan Kirim Ajudan untuk Hillary Lasut
Baca juga: Sosok Hillary Brigitta Lasut, Anggota DPR yang Berani Minta Ajudan ke Dudung, Ternyata Anak Bupati
Selain itu pihak keluarga sudah selamatan, sujud syukur, dan sudah mengatur kehidupan mereka seturut dengan kelulusan.
Fahri diharapkan sudah bisa menjadi tulang punggung keluarga ke depan. Kelurga mereka tidak punya biaya juga untuk menggugat ke PTUN.
"Sehingga saya berharap sekiranya second opinion dari beberapa rumah sakit lain dapat menjadi pertimbangan, siapa tau fahri masih bisa dikembalikan untuk berangkat mengikulti pelatihan dengan gelombang yang sama, " Tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Hillary-Brigitta-yang-mengunggah-hasil-tes-Fahri-Calon-Bintara-yang-gagal.jpg)