Profil Dewi Yukha Nida, Hafizah Asal Trenggalek Juara 1 Pada Ajang MTQ Internasional di Rusia

Ajang internasional yang diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 20 Mei 2022 itu diikuti hafidz dan hafidzah

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
Dewi Yukha Nida
Dewi Yukha Nida, Hafizah Asal Trenggalek Juara 1 Pada Ajang MTQ Internasional di Rusia 

SRIPOKU.COM - Dewi Yukha Nida, membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.

Hafizah asal Trenggalek, Jawa Timur itu berhasil meraih juara pertama pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) the 4th Holy Qur'an Recitation Competition, di Kazan, Republik Tatarsatan, Federasi Rusia.

Ajang internasional yang diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 20 Mei 2022 itu diikuti hafidz dan hafidzah negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Selain berhasil menjadi juara pertama untuk kategori wanita, hafidzah pemilik Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Trenggalek, Jawa Timur ini juga berhasil mencatatkan perolehan nilai tertinggi dari masing-masing dewan juri, mengalahkan hafidzah dari Inggris dan Palestina yang menempati posisi kedua dan ketiga.

Kompetisi MTQ diikuti secara hybrid oleh 40 hafidz dari 23 negara dan 10 hafidzah dari 10 negara, yang berusia 18 hingga 30 tahun, di antaranya dari Federasi Rusia (Tatarstan, Chechen, Bashkorkostan, Krimea dan Dagestan) dan negara-negara OKI, antara lain Burkina Faso, Mesir, Indonesia, Pakistan, Uganda, Aljir, Turki, Uzbekistan, Tajikistan, Palestina, Yaman, Bahrain, Chad, Niger, Republik Kongo, Libya, Côte d'Ivoire, Togo, Guinea, Qatar dan Inggris.

Lantas siapa Dewi Yuskha Nida?

Berikut profilnya.

Dewi Yuskha Nida, gadis kelahiran 25 Desember 1997 asal Tranggelek.

Dewi Yuskha Nida merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Kiai Ibnu Mu’thi dengan Ibu Nyai Siti Munawarah.

Dewi Yuskha Nida nama panggilannya Ning Nida.

Ayahandanya, Kiai Mu’thi, adalah pendiri sekaligus pengasuh PP Bahrul Ulum Kedungbajul, Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek.

Talenta yang dimiliki Ning Nida di bidang ilmu al-Qur’an dan tilawah mulai terlihat sejak mondok di Pesantren Walisongo Cukir, Jombang.

Hanya dalam waktu 1,5 tahun di sana, ia berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz.

Setelah khatam, kemudian Ning Nida setoran atau tasmi’ (memperdengarkan hafalan) kepada beberapa guru.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved