MUDDAI Madang Menangis, 'Ya Allah, Malu Saya Dituduh Garong Duit Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya'

Muddai yang diangkat jadi Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya sejak 2009 hingga 2017 mengaku justru dirinya ikut menjadi donatur

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya H Muddai Madang bersaksi untuk terdakwa mantan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH selaku pembina dan penasihat pada sidang secara offline dugaan korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dengan agenda pemeriksaan kedua terdakwa (Alex Noerdin SH dan Muddai Madang) dan untuk saling bersaksi di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (19/5/2022). Sementara Alex Noerdin selaku terdakwa duduk di samping kuasa hukum. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya H Muddai Madang sempat menangis saat dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady SH MH dengan pertanyaan "apakah menikmati aliran dana hibah?".

Saat itu Muddai Madang bersaksi untuk terdakwa mantan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH selaku pembina dan penasihat, pada sidang secara offline dugaan korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (19/5/2022).

Sidang yang digelar hari ini dengan agenda pemeriksaan dua terdakwa yakni Alex Noerdin SH dan Muddai Madang, dan kedua terdakwa saling bersaksi.

"Ya Allah yang mulia niatnya betul betul. Taufik kemas sampai sampai, operasional duit dewek belum ada duit Pemda. Dak nyangka. Apalagi masjid ini ya Allah stres anak saya hancur yang mulia garong duit masjid," jawab Muddai sambil menangis.

Baca juga: Dua Kali Sidang Tertunda, Penasehat Hukum: Optimis Alex Noerdin Berpeluang Bebas

Baca juga: BREAKING NEWS : Pakai Batik Coklat, Alex Noerdin Dihadirkan Langsung di Sidang Korupsi Masjid Raya

Muddai setelah dipersilakan minum dan menstabilkan emosionalnya kemudian menegaskan tidak menerima aliran dana yang dikaitkan korupsi. Justru dia mengungkapkan keanehan.

"Tidak, saya tidak menerima. Ini mungkin aneh bagi saya. Ini saya yang mengeluarkan dan sebagai donatur. Faktanya saya ini jadi terdakwa," kata Muddai yang mengenakan setelan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Muddai mengatakan dirinya bersedia menjadi bagian pengurus Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya semata-mata waktu itu merasa mendapat penugasan dari orang yang betul-betul dihormatinya.

"Penugasan dari orang yang saya hormati. Pak Jimly Assidiqie dan almarhum Pak Taufik Kiemas. Bukan karena permintaan Pak Alex. Mohon maaf, walaupun waktu itu Pak Alex sebagai gubernur," kata Muddai.

Di persidangan terlihat Muddai terpancing emosionalnya lantaran dikaitkan kedekatan dirinya yang bersahabat kental dengan terdakwa mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin sehingga dirinya membantah keras tidak mau dinilai memanfaatkan kedekatan dengan Alex Noerdin sebagai gubernur.

Baca juga: Mantan Pj Walikota Palembang dan 3 Terdakwa Kasus Masjid Raya Sriwijaya Besok Jalani Sidang Vonis

Baca juga: Hadir Sebagai Saksi Meringakan Muddai Madang, Marzuki Alie Beberkan Sejumlah Fakta Masjid Sriwijaya

"Justru waktu itu Pak Alex banyak butuh saya. Mohon maaf ya. Almarhum Pak Taufik Kiemas bilang ke saya, Dek dak apo-apo yang kito kelola ini duit kito dewek. Ya Allah apolagi ini untuk masjid. Anak saya malu saya seperti garong duit pembangunan masjid. Dituduh maling duit gas segala macam," ujar Muddai.

"Orang tua saya meninggal saya tidak menangis. Malu anak saya dituduh seolah saya ini garong dana pembangunan masjid. Usaha bisnis saya hancur, masuk tahanan saya tidak nangis," kata mantan Ketua Umum KONI Provinsi Sumsel ini.

Muddai yang diangkat jadi Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya sejak 2009 hingga 2017 mengaku justru dirinya ikut menjadi donatur berupa menyediakan kantor sekretariat yayasan.

"Saya tidak tahu totalnya berapa (bantuan yang telah dikeluarkan Muddai). Minimal 60 persen saya. Mau nginap, makan, tiket," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved