Berita Olahraga

MAVI Ingatkan Pembinaan Voli Usia Dini, Legend Pevoli Nasional, Eddy Witoko: Jangan Setelah U-17

Eddy Witoko pengurus MAVI Indonesia yang juga mantan pemain nasional mengingatkan tugas MAVI untuk melakukan pembinaan bola voli usia dini.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Syahrul Hidayat
Lely Yuliniar, mantan atlet voli Sumsel yang tergabung dalam MAVI Sumsel melepas smes keras ke daerah pertahanan tim Galaxy Putri pada Kejuaraan Terbuka Voli MAVI Cup 2022 di GOR SONS Jakabaring, Sabtu (14/5/2022). MAVI menang dengan skor 2-0. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Eddy Witoko pengurus MAVI Indonesia yang juga mantan pemain nasional mengingatkan tugas MAVI untuk melakukan pembinaan bola voli usia dini.

Harapannya Sumsel harus membina dari usia dini SMP jangan setelah usia 17 tahun. SD atau SMP untuk memulai atlet voli putri.

"Saya mewakili MAVI Indonesia kebetulan di Sumsel ingin membentuk suatu perkumpulan atau lebih pada ikatan Sumsel dibina bisa membina atlet voli remaja," kata Eddy Witoko bersama Wakil Ketua Penyelenggara Lely Yuliniar pada pembukaan Kejuaraan Terbuka MAVI Cup Tahun 2022 berlangsung di Aula SONS (Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya) Palembang, Sabtu (14/5/2022). 

Menurutnya setiap ulang tahun MAVI diadakan pertandingan U17.  Dari U17 akan diseleksi menjadi pemain tim junior yang merupakan program MAVI pusat. 

Eddy Witoko, pengurus MAVI Indonesia yang juga mantan pemain nasional
Eddy Witoko, pengurus MAVI Indonesia yang juga mantan pemain nasional (kiri) dan Wakil Ketua Penyelenggara Lely Yuliniar pada pembukaan Kejuaraan Terbuka MAVI Cup Tahun 2022 berlangsung di Aula SONS (Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya) Palembang, Sabtu (14/5/2022).

Dijelaskannya saat ini sekitar 15 provinsi telah ada MAVI yang tersebar di tanah air yang merupakan kegiatan sosial bertujuan membina atlet remaja dijadikan atlet berpotensi. 

Inilah modal pokok mantan atlet untuk membina anak-anak SD, SMP harus dimulai.

Jangan dari usia 17 ditarik untuk bertanding. Itu sia-sia, terlambat. Apalagi putri. SMP itu sudah mempunyai stamina fisik yang cukup prima. 

"Kalau gak umur 20 udah kawin. Sumsel yang berkelas diharapkan sudah mulai bangkit. Sekolah-sekolah diharapkan seperti itu," ujarnya. 

Dikatakannya, tugas MAVI Sumsel memang harus ada basic-basic yang harus dikuasai dulu untuk ke depannya. Basicnya dulu, fisiknya dulu.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved