Musim Panen Raya, Petani Kopi di OKU Selatan Keluhkan Harga, Ini Harga Ditingkat Petani

Memasuki musim panen raya di sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Selatan dikeluhkan para petani akan harga jual biji kopi kering yang tak kunjung stabil

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
sripoku.com/alan
Petani kopi sedang memanen kopi yang berbuah lebat, Senin (14/3/2022). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah


SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Memasuki musim panen raya di sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Selatan dikeluhkan para petani akan harga jual biji kopi kering yang tak kunjung stabil.


Dihimpun, seperti halnya di Kecamatan Sindang Danau, harga jual kopi di tingkat petani kepada tengkulak saat ini dikisaran Rp 19-20 ribu per kilogramnya. 

"Kami sekarang bingung dengan harga itu, dari informasi harga kopi sudah di atas Rp 20 ribu, hingga sudah mencapai Rp 22 ribu per kilogramnya, takutnya ada permainan tengkulak,"ungkap Ilmanuddin , salah seorang petani kopi di Desa Pematang Danau, Kecamatan Sindang Danau, Rabu (11/05).

Ditambah lagi, harga semakin anjlok jelang sebelum lebaran bulan lalu. Hanya menyentuh harga kopi menyentuh kisaran Rp 19 ribu per kilogramnya.

"Sebelum lebaran lalu malah harga jatuh Rp 19 perkilogram,"sambungnya.

Harga tak kunjung stabil membuat petani memilih menyimpan sementara biji kopi kering yang sudah dipanen berharap harga kembali Normal.

Menurut Setia, salah seorang petani lainnya di Desa Pematang Danau, dengan menyimpan sebagian hasil biji kopi yang sudag dipapen tak akan merugi. 

"Pemanen tahap awal ada yang sudah kering, kalau tidak ada kebutuhan mendadak kita simpan dahulu hingga harga kembali normal," bebernya.

Sementara pihak tengkulak mengungkapkan turunnya harga kopi sejak lebaran hingga kini masih belum stabil masih dipengaruhi efek suasana momen lebaran hari raya idul fitri 1443 hijriah.

Kondisi turunnya harga demikian, menurutnya sudah terjadi hampir di setiap tahunnya terutama saat momen hari lebaran, pergantian tahun dan tahun ajaran baru masuk sekolah.

"Kalau harga turun saat lebaran memang sudah terjadi setiap tahunnya, sama halnya saat tahun ajaran baru siswa sekolah, maupun momen hari-hari besar lainnya," ungkap Idi tengkulak wilayah setempat.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved