JEPANG Perluas Sanksi Lebih dari 300 Orang Rusia, Biden Desak Kongres Tambah Bantuan untuk Ukraina

Termasuk Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rashid Nurgaliyev, para pemimpin LPR dan DPR dan kerabat Gennady Tim

Editor: Sudarwan
Shutterstock via kompas.com
Bendera Jepang 

SRIPOKU.COM, TOKYO - Kementerian Luar Negeri Jepang pada hari Selasa merilis sanksi yang diperluas yang diumumkan oleh Perdana Menteri Fumio Kishida.

Sanksi tersebut menargetkan lebih dari 130 orang termasuk Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rashid Nurgaliyev, para pemimpin LPR dan DPR dan kerabat Gennady Timchenko. Sanksi tersebut menetapkan pembekuan aset.

Seperti dilansir TASS, Kantor Berita Rusia, Jepang juga memberlakukan sanksi ekspor tambahan, memperluas daftar perusahaan yang terkena dampak yang diyakini terkait dengan industri pertahanan.

Daftar tersebut menambahkan 70 perusahaan termasuk Almaz-Antey dan perusahaan Tactical Missile Armaments.

Sanksi Jepang kini telah mencakup lebih dari 700 warga negara Rusia, Belarusia, DPR, LPR dan lebih dari 200 perusahaan dan organisasi Rusia.

Jepang sebelumnya telah merilis beberapa paket sanksi terhadap Rusia karena situasi di sekitar Ukraina.

Sanksi pribadi ditujukan kepada pimpinan negara, pejabat dan pengusaha.

Daftar barang dan teknologi yang dilarang untuk diekspor mencakup 300 item, termasuk semikonduktor, peralatan untuk keamanan maritim dan penerbangan, peralatan telekomunikasi, produk militer, termasuk senjata, perangkat lunak, dan peralatan penyulingan minyak.

Selain itu, Jepang membekukan aset Otkritie Bank, Novikombank, Sovcombank, VTB, Rossiya Bank, Promsvyazbank, dan VEB.RF.

Biden Bertemu Draghi

Sementara itu Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi hari ini dijadwalkan bertemu untuk membahas sanksi terhadap Rusia, keamanan energi dan mendukung Ukraina.

Dia mengatakan para pemimpin akan "memiliki berbagai topik untuk didiskusikan" termasuk upaya untuk meminta pertanggungjawaban kepemimpinan Rusia, "untuk terus memberlakukan sanksi yang melumpuhkan, untuk terus mendukung Ukraina."

"Dan mereka, tentu saja, juga akan membahas kerja sama erat kami dalam mempromosikan kemakmuran ekonomi, meningkatkan keamanan energi Eropa, dan memerangi perubahan iklim," kata Psaki, Senin (9/5/2022).

Desak Kongres

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved