Jadi Syarat Mudik Lebaran, Peminat Vaksin Booster di Sumsel Meningkat, Capai 688 Ribuan Orang

Pasca diputuskan vaksin booster jadi syarat mudik lebaran, sehingga yang mau mudik tak perlu melampirkan surat negatif antigen dan PCR

Editor: adi kurniawan
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca diputuskan vaksin booster jadi syarat mudik lebaran, sehingga yang mau mudik tak perlu melampirkan surat negatif antigen dan PCR mengakibatkan terjadinya kenaikan vaksinasi booster.

 

"Hingga 3 Mei 2022, berdasarkan data yang ada capaian booster di Sumsel 10,92 persen atau 688.148 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Rabu (4/5/2022).


Menurutnya, angka tersebut naik drastis dibandingkan awal April yang hanya 6,72 persen atau 423.711 orang. 
Dengan penambahan tu, artinya ada 264.437 orang yang melakukan booster. 


Secara persentase, ada penambahan 4,2 persen dalam satu bulan sehingga menjadi 10,92 persen. Padahal, saat dimulai pada Januari lalu, capaian booster sedikit terkendala bahkan 6 persen baru tercapai dalam tiga bulan. 


"Booster ini untuk memperkuat imun masyarakat. Imbauannya untuk masyarakat supaya semua tetap jaga Protokol Kesehatan (Prokes), terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan jangan lupa yang belum vaksin segera vaksin," katanya


Sedangkan untuk capaian vaksinasi untuk dosis pertama sudah 95,04 persen atau 5.990.324 dari target 6,3 juta orang. Lalu untuk dosis kedua sudah 75,16 persen atau 4.737.477 orang. 


Sedang capaian vaksinasi SDM Kesehatan sudah lebih dari 100 persen, lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen dan untuk lansia sudah 73,74 persen atau 440.274 dari target 597.071. Vaksinasi anak-anak 755.991 atau 84,03 persen, dari target 899.662.


Kemudian untuk remaja yang sudah divaksin 810.157 orang atau baru 95,69 persen dari target 846.683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin sudah 3.382.172 atau 77,38 persen dari target 4.370.858.


Sementara itu untuk stok vaksin di Sumsel saat ini sebanyak 471.895 dosis. Rinciannya, vaksin Covovax tersisa 136.590 dosis, Pfizer 152.430 doasis, Moderna 342 dosis, Astra Zeneca 52.350 dosis dan Sinovac/Coronavac 140.183 dosis. 


"Semua stok vaksin sudah disebar ke seluruh kabupaten/kota, kecuali Pfizer sebanyak 82.494 dosis masih berada di gudang milik Dinkes Sumsel. Belum diambil oleh Kabupaten/Kota," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved