Breaking News:

Ramadan 2022

Zakat Fitrah Bukti Puasa Berhasil, Penjelasan Ustaz Abdul Somad: Tak Sampai Hati Tengok Orang Lapar

Zakat fitrah merupakan salah satu ibadah wajib yang dilakukan bagi laki-laki & perempuan muslim. Bahkan ibadah ini bertujuan menyucikan harta manusia.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
Instagram
Ustaz Abdul Somad menjelaskan soal zakat fitrah 

SRIPOKU.COM - Berikut ini salah astu bukti jika puasa seseorang berhasil disampaikan Ustaz Abdul Somad.

Zakat fitrah merupakan sedekah yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam setiap satu tahun sekali saat idul Fitri.

Ibadah wajib ini dilakukan dengan beberapa syarat dan ketentuan di antaranya bagi orang yang mampu.

Pengertian zakat fitrah yakni untuk menyucikan harta, karena di setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain.

Menunaikan zakat fitrah hukumnya wajib bagi orang-orang yang mampu. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih (Imam Bukhori dan Imam Muslim), disebutkan bahwa:

Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan untuk zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik itu kepada budak, orang merdeka, orang laki-laki, orang perempuan, anak kecil serta orang dewasa yang dari kalangan muslim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan zakat tersebut untuk ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk mengerjakan salat idul fitri”. (HR. Bukhari)

Selain menyucikan harta, ternyata zakat fitrah juga sebagai bukti jika puasa ramadhan yang dilakukan selama ini berhasil.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ustaz Abdul Somad melalui akun Instagram @ustadzabdulsomad_official.

Baca juga: Waktu Paling Afdol Membayar Zakat Fitrah, Simak Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad & Alasannya

Terkait zakat fitrah yang dilakukan sebelum sholat idul fitri, Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasannya.

"Zakat fitrah ini adalah bukti bahwa kita puasa berhasil, berhasil puasa itu apa? Merasakan lapar, maka tak sampai hati kita menengok orang lain lapar," jelas Ustaz Abdul Somad.

"Jadi kalau ada orang puasanya rajin, tapi tidak mau sedekah, tahukah kamu orang yang mendustakan agama? pendusta agama siapa itu?, Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin," lanjut Ustaz Abdul Somad.

"Islam artinya selamat perut orang lain, selamat lambung orang lain dari kelaparan, tetangga kita itu berapa orang? 40 orang ke depan, 40 rumah ke belakang, 40 rumah ke kanan, 40 rumah ke kiri," tutur UAS.

"Jangan zolim sama tetangga, jangan jahat sama kasar, jangan sampai tak adil, jangan sampai tak peduli," lanjut UAS.

"Inilah pesan Ramadhan, yang sudah merasakan lapar, lapar itu tak bisa didefinisikan dengan kata-kata, karena lapar adalah rasa. Orang yang ingin menceritakan rasa dengan kata, maka kata selalu berdusta," jelasnya.

"Andaikan kuceritakan rasa yang ada di dalam lambung ku ini, belum tentu bisa mewakili rasa, andaiku ceritakan rasanya, belum tentu rasanya sama karena rasamu belum tentu rasaku," tukas Ustaz Abdul Somad.

Dapatkan berita terkait dan informasi penting lainnya dengan mengklik Google News

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved