Berita Empat Lawang

Kerajinan Rajut di Batu Raja Lama Empat Lawang, Penuhi Pesanan Hingga ke Pulau Jawa

Setiap harinya rumah Dian Puspasari disibukkan dengan aktivitas membuat produk rajutan dikenal Rajut Empat Lawang dari berbagai permintaan pemesan.

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel.com/Sahri
Aktivitas membuat kerajinan rajut bernilai ekonomi Rajut Empat Lawang di Desa Batu Raja Lama, Tebing Tinggi. 

SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG - Hampir di setiap harinya rumah Dian Puspasari disibukkan dengan aktivitas membuat produk rajutan dari berbagai permintaan pemesan.


Berlokasi di Desa Batu Raja Lama, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang terhitung sejak tahun 2019 ia bersama beberapa anak muda sekitar telah banyak mengirimkan berbagai pesanan kerajinan rajutan hampir ke seluruh Indonesia.


Adapun beberapa bentuk kerajinan rajutan dari Rajut Empat Lawang diantaranya tas, kupluk, sepatu bayi, boneka, taplak meja, bunga artifisial, strap masker, konektor masker dan masih banyak lagi sesuai dengan permintaan pemesan.


Dian bercerita kerajinan Rajut Empat Lawang ini awalnya  berawal dari program ekonomi kreatif dari Rumah Zakat Sumatera Selatan dengan nama Berdaya Desaku.


"Sudah beberapa kali diberikan bantuan dari Rumah Zakat untuk pelatihan di Desa Batu Raja Lama, Tebing Tinggi, hingga sampai seperti saat ini," katanya.


Saat awal pandemi pada tahun 2020 pemesanan rajutan untuk strap dan konektor masker cukup banyak.


"2020 awal pandemi Covid-19 pesanan rajutan untuk strap dan konektor masker lumayan banyak, tapi kalau sekarang lebih banyak ke hadiah gitu seperti boneka, tas, hingga kupluk," katanya, Sabtu (23/04/2022).


Selain berbagai jenis prosuk jadi kerajinan rajut diatas ia menambahkan juga ada produk lainnya yakni macrame.


"Macrame sendiri jenis rajutan yang proses pembuatannya pakai tangan langsung tanpa jarum rajut, prosesnya hampir sama seperti menganyam akan tetapi lebih rumit," jelasnya.


Ia juga bercerita awal dari berdirinya usaha Rajut Empat Lawang berawal dari hobi dari sang ibu sejak 2019 lalu.


Adapun untuk pemasaran produk rajutnya Rajut Empat Lawang lakukan secara online dan mulut ke mulut.


"Pemasaran lebih banyak ke online mulai dari sosial media seperti instagram, wa, hingga market place, untuk pemesan sendiri lumayan beragam mulai dari Bengkulu, Tangerang, Jakarta, Medan, Jambi bahkan pernah dari Papua tapi paling banyak itu dari Palembang," ujarnya.


Selain itu katanya pembeli langsung di sekitar Tebing Tinggi, Empat Lawang dan sekitarnya juga cukup banyak.


Ia menambahkan apapun bentuk rajutan permintaan dari pemesan pihaknya akan mencoba bahkan hingga ke bentuk yang sulit dan belum pernah dibuat.


"Kalau bentuk yang belum pernah kita bikin pasti kita ngomong dulu ke pemesan, akan kita coba dulu dan kita minta yang bersangakutan menunggu," jelasnya.


Dian mengakui hingga saat ini untuk bahan utama yakni berbagai jenis benang rajut masih dikirik dan dibeli secara online dari Pulau Jawa sebab memang di Empat Lawang dan sekitanrnya masih agak susah ditemui.


"Masih online semua pesan bahan benang, sebab kalau disini masih agak jarang ditemui ada mungkin di Lubuk Linggau tapi sudah luamayan jauh selain itu harga juga berbeda," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved