Ade Armando Jadi 'Mangsa' Pendemo, Denny Siregar dan Eko Kuntadhi Bereaksi : Ngak Punya Otak
Kejadian Ade Armando, akademisi dan pegiat media sosial yang dipukuli massa tak dikenal hingga nyaris ditelajangi jadi sorotan di media sosial.
Penulis: Muhammad Naufal Falah | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM - Kejadian Ade Armando, akademisi dan pegiat media sosial yang dipukuli massa tak dikenal hingga nyaris ditelajangi jadi sorotan di media sosial.
Pasalnya, muncul pendapat pro-kontra terkait apa yang menimpa dosen FISIP UI ini pada Senin (11/4/2022) siang, di depan gedung DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta.
Apalagi ramai komentar warganet yang justru senang dengan pemukulan terhadap pria 51 tahun itu.
Meski demikian, banyak yang menyayangkan peristiwa ricuh ini terjadi di tengah bulan puasa.
Terlebih, Ade Armando justru memberi dukungan moral kepada mahasiswa yang menolak amandemen masa jabatan 3 periode sebelum kejadian nahas menimpanya.
Tak ayal, sahabat dekat Ade Armando pun bersuara di media sosial, seperti Eko Kuntadhi dan Denny Siregar.
Namun Eko Kuntadhi dan Denny Siregar masih menuding sejumlah pihak yang tidak suka dengan pandangan politiknya sambil minta polisi mengusut pemukulan sahabatnya itu.
"Ade Armando datang untuk memberikan dukungan mahasiswa tolak Jokowi 3 periode. Gua juga dr awal menolak.
Tapi krn kesusupan kadrun, akhirnya di provokasi. Sudah dipantau yang keroyok bukan mahasiswa, tapi kadrun yg teriak2, "Halal darahnya.."," tulis Denny Siregar melalui @Dennysiregar7, Senin (11/4/2022) petang.
Menurut Denny Siregar, kejadian mirip penggeroyokan pendukung Persija di Bandung, Jawa Barat beberapa tahun lalu.
"Ini mirip pengeroyokan supporter Persija Haringga Sirla yang mati dikeroyok dulu.
Para pengeroyok malah kumandangkan nama Tuhan untuk melampiaskan kebenciannya pada seseorang. Dan ini di bulan Ramadhan. Apakah mrk puasa ? Tidak. Kadrun itu cuma mengaku beriman," lanjutnya pada cuitan berikutnya.
Denny Siregar pun menunjukkan beberapa orang diduga pelaku penggeroyokan Ade Armando.
"Dari video awal ini terlihat kalau kadrun berpeci mulai provokasi dgn memukuli Ade Armando. Beberapa mahasiswa berusaha melindungi, tapi kadrun semakin beringas.
Video ini buat @DivHumas_Polri spy bisa dideteksi wajah2 yg di bulan puasa ini malah kemasukan setan," harapnya pada cuitan terbaru.
Sementara hampir bersamaan, Eko Kuntadhi ikut berkomentar terhadap apa yang menimpa Ade Armando.
Sama seperti Denny Siregar dan Ade Armando, Eko Kuntadhi juga menolak gagasan amandemen masa jabatan ketiga bagi Presiden.
"Setahu saya bang Ade Armando adalah orang yang paling keras menolak ide perpanjangan atau 3 periode. Suaranya disampaikan dengan tegas.
Saya dan @Dennysiregar7 juga berpandangan sama. Menolak keras ide tersebut.
Makanya mungkin bang Ade santai saja ketika meliput demonstran," katanya melalui @_ekokuntadhi.
Dia pun menyebut orang-orang yang mengeroyok Ade Armando memang sengaja merusuh dengan menghajar sang sahabat.
"Tapi bang Ade lupa. Di lapangan bukan orang yang punya otak yang ngumpul. Mereka cuma punya kebencian dan keberngasan.
Mareka menganiaya Ade Armando dengan bengis. Bermaksud mempermalukannya.
Sebab mrka bukan demo utk aspirasi. Mereka mau mencari kerusuhan," sambung Eko Kuntadhi.
Tak ketinggalan, pengamat politik Yunarto Wijaya juga berkomentar, tetapi dengan nada sinis.
Dia menyebut gerakan demonstrasi yang berlandasan moral itu sudah kehilangan legitimasinya gara-gara pengeroyokan Ade Armando.
"Kelakuan ngeroyok orang, terus masih mau klaim ini demo berbasis gerakan moral???" kata Yunarto Wijaya melalui akun Twitter-nya.
Kronologi kejadian
Adapun mengutip dari Tribunnews.com, pegiat Media Sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menjadi korban luka-luka dalam kericuhan pengunjuk rasa di Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022).
Dalam sebuah video yang diterima, Ade mengalami kejadian mengenaskan.
Wajahnya dipenuhi darah dan dia tampak tidak mengenakan celana.
Ade kini tengah dirawat di dalam gedung DPR RI dengan penjagaan ketat dari kepolisian.
Belum diketahui secara persis penyebab pengeroyokan Ade Armando.
Namun berdasarkan potongan-potongan video yang beredar, dapat terlihat kronologi pengeroyokan Ade Armando.
Ade Armando sebelumnya mengaku hadir untuk mendukung aksi yang akan dilakukan rekan-rekan mahasiswa di gedung DPR RI.
Tampak Ade datang dengan menggunakan kaus berwarna hitam.
Ia mengaku akan mendukung aksi mahasiswa jika yang dituntut penolakan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi 3 periode.
"Saya tidak ikut demo. Tetapi saya mantau dan saya ingin menyatakan mendukung,” kata Ade di lokasi.
Di tengah obrolan tersebut, Ade Armando didatangi sekelompok orang, di antaranya adalah ibu-ibu.
Ibu-ibu tersebut lalu meneriaki Ade Armando sebagai "munafik, buzzer, dan lain-lain".
Ade Armando yang tidak terima dengan tudingan-tudingan tersebut mempertanyakan alasan "serangan" itu.
Situasi memanas, Ade Armando mulai dikerubuti sejumlah orang.
Beberapa orang di sekitar mencoba menyelamatkan Ade Armando dan menjauh dari kerumunan tersebut.
Namun di tengah jalan, massa yang tidak diketahui dari mana tersebut mulai memukuli Ade Armando.
Akibat aksi kekerasan itu, tampak Ade Armando babak belur.
Celananya bahkan hilang.
Beruntung aparat kepolisian yang ada di dekat lokasi langsung bergerak mengevakuasi Ade Armando.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Detik-detik-sebelum-Ade-Armando-dihajar-massa-tak-dikenal-hingga-nyaris-ditelanjangi.jpg)