REBUT HATI Pria Idaman, 3 Mempelai Wanita Rela Bayar Mahar Rp 42 Juta Serta Perhiasan Emas

Sebelum menikah, Suea yang berprofesi sebagai tabib lokal di Provinsi Nonthaburi ini telah berpacaran dengan 3 wanita

Editor: Wiedarto
(THAIGER)
Seorang pria Thailand bernama Suea Supareek (35) menikah dengan tiga pacarnya di mana ketiga wanita itulah yang membayar mahar masing-masing 100.000 baht (Rp 42 juta). 

SRIPOKU.COM, BANGKOK---Seorang pria Thailand bernama Suea Supareek (35) menikah dengan tiga pacarnya di mana ketiga wanita itulah yang membayar mahar masing-masing 100.000 baht (Rp 42 juta). Mereka juga menyerahkan emas dan sertifikat tanah.

Sebelum menikah, Suea yang berprofesi sebagai tabib lokal di Provinsi Nonthaburi ini rupanya telah berpacaran dengan ketiga wanita tersebut selama bertahun-tahun dan telah memiliki sembilan anak.


Dilansir Thaiger, Senin (4/4/2022), ketiga wanita tersebut masing-masing bernama Nutcharin Phankat (30), Pitchaya Suraseeruangchai (35), dan Kawinthida Kulapatchaiyapoom (31).

Nutcharin menjalinkan hubungan dengan Suea selama 16 tahun. Mereka mempunyai empat orang anak.


Sementara Pitchaya hidup bersama Suea selama sembilan tahun dan pasangan itu juga memiliki empat anak. Sedangkan Kawinthida tinggal bersama Suea selama tujuh tahun dan melahirkan seorang anak perempuan. Keempat orang tersebut telah tinggal seatap. Selain itu, ketiga wanita tersebut juga membantu Suea merawat antara 400 hingga 500 pasien setiap bulan.


Thaiger melaporkan, Suea berkasta Brahmana. Dalam tradisi Brahmana, wanitalah yang meminang pria. Oleh karena itu, Nutcharin, Pitchaya, dan Kawinthida diam-diam menabung untuk memberikan mahar kepada Suea di hari ulang tahunnya yang ke-35.

Ketiga wanita tersebut juga menyerahkan emas dan sertifikat tanah kepada pengantin pria mereka. Di antara ketiga istri Suea, Kawinthida-lah menjelaskan bagaimana perjalanan cinta mereka dari berpacaran hingga menjadi suami-istri.


“Saya ingin menyatukan keluarga saya. Ini adalah cinta yang telah kami kumpulkan sejak lama dan anak-anak kami tumbuh bersama,” kata Kawinthida.


Kawinthida menuturkan, mulanya dia bertemu Suea di kontes tato. Mereka berkenalan dan Suea mengaku sudah memiliki dua pacar.


“Dia bilang dia seorang tabib dan dia punya anak. Dia selalu jujur dan terbuka dengan kami. Pacar keduanya meminta saya untuk bergabung dengan mereka dan saya setuju untuk tinggal bersama mereka di bawah satu atap. Kami semua saling membantu untuk mencari nafkah dan bertahan hidup,” kata Kawinthida.


Kawinthida menambahkan, baik dirinya dan kedua wanita lain menghormati dan percaya pada pengobatan tradisional Thailand.


Dia juga percaya bahwa kata "empati" adalah prinsip yang membuat hidup mereka menjadi lebih baik. “Kami belajar bahwa dalam Brahmana, wanita harus melamar pria, jadi kami bertiga berdiskusi bersama dan setuju untuk membayar mas kawin masing-masing 100.000 baht,” tutur Kawinthida. Pernikahan poligami tidak diakui di bawah hukum Thailand, tetapi gaya hidup tersebut masih dipraktikkan oleh beberapa orang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved