Berita Viral

VONIS HUKUMAN MATI! Ini Kabar Terkini Herry Wirawan, Terdakwa Kasus Rudapaksa 13 Santriwati

Kasus ini sempat membuat heboh dan viral di kalangan masyarakat. Aksi keji dan tidak berperikemanusiaan

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Kolase Tribunnnews.com
Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi. (Sumber: Tribunnnews.com) 

SRIPOKU.COM - Masih ingatkah kasus rudapaksa yang menimpa 13 santriwati di bawah asuhan Herry Wirawan.

Kasus ini sempat membuat heboh dan viral di kalangan masyarakat.

Aksi keji dan tidak berperikemanusiaan dilakukannya sampai semua korban yang mayoritas adalah santrinya melahirkan 8 bayi.

Aksi aksi bejatnya itu dalam kurun waktu tahun 2016 hingga 2019.

Kini dikabarkan Pengadilan Tinggi Bandung memberikan vonis hukuman mati untuk pria pemilik pondok pesantren itu.

Hasil vonis ini dimerupakan banding yang diajukan jaksa dari hukuman sebelumnya hanya seumur hidup.

Hukuman berat nampaknya pantas diterima Herry Wirawan jika mengingat apa yang sudah dilakukannya.

Berikut sepak terjang dan juga profil Herry Wirawan yang dirangkum Sripoku.com dari berbagai sumber.

Sebelum menjabat sebagai guru pesantren Madani Boarding School dan Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Madani, ia pernah berkuliah di Universitas Islam Nusantara dengan jurusan Manajemen PAI.

Ia dikenal sebagai sosok yang pendiam dari sejumlah pengakuan warga disekitar kediamannya di kawasan Dago Biru, Kota Bandung.

Akhirnya Istri Herry Wirawan Buka Suara, Syok Tahu Santriwati Hamil dari Bidan
Akhirnya Istri Herry Wirawan Buka Suara, Syok Tahu Santriwati Hamil dari Bidan (kolase Instagram dan Youtube)


Pria asli Garut, kelahiran 19 Mei 1985 itu memiliki seorang istri berinisial NA

Saat itu, NA terkejut saat mendengar pengakuan salah satu santriwatinya yang tak kunjung menstruasi.

Mengingat kejadian itu, NA merasa bodoh.

"Tahun 2018 itu ada salah satu anak yang bilang ke Saya 'Bu, Saya belum haid'. Kata Saya coba minum ini. Saya enggak berpikiran macam-macam. Kalau dibilang bodoh ya terlalu polos, ya Allah," ujar NA.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved