Berita PALI

Vaksinasi Covid-19 di PALI Tetap Digalakkan Saat Bulan Puasa, Masyarakat Akan Diberi Sembako

Plt Kadinkes PALI, dr Zamir Alvi mengatakan  pihaknya bersama Satgas covid-19 tetap akan melakukan pelayanan vaksinasi meski bulan puasa. 

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Reigan Riangga
Plt Kadinkes PALI, dr Zamir Alvi s 

SRIPOKU.COM, PALI --- Pelayanan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat Bulan Puasa tetap digalakkan, meski kasus positif sudah melandai di Bumi Serepat Serasan, Senin (4/4/2022).

 


Plt Kadinkes PALI, dr Zamir Alvi mengatakan  pihaknya bersama Satgas covid-19 tetap akan melakukan pelayanan vaksinasi meski bulan puasa. 


Menurutnya, terlebih ada anjuran dari Pak Presiden yang membolehkan mudik lebaran dengan syarat harus vaksin lengkap. 

 


"Untuk mengejar pemberian vaksin, baik dosis pertama, kedua dan booster, kita akan lakukan pelayanan vaksinasi pada bulan puasa.

 

Mekanismenya akan kita koordinasikan dengan pak Bupati atau Wabup, Sekda dan Satgas covid-19 juga OPD terkait lainnya," ungkapnya.


Meski baru akan berkoordinasikan,  pelaksanaan vaksinasi sendiri saat bulan puasa selain melibatkan Satgas covid-19 juga merangkul pihak perusahaan. 


"Perusahaan diajak berkontribusi terhadap percepatan pemberian vaksinasi dengan cara mengajak masyarakat dan menarik minat masyarakat agar bersedia diberikan vaksin." Katanya 


"Tentu saja upaya agar menarik minat masyarakat, salah satu caranya pihak perusahaan memberikan paket sembako bagi warga bersedia divaksin," ujarnya 

 


Zamir mengatakan, pandemi Covid-19 masih saja mengintai dan apabila diabaikan bukan tidak mungkin akan terjadi lonjakan kembali kasus terpaparnya virus corona yang telah berlangsung dua tahun ini. 

 


Berdasarkan itu, dr Zamir Alvi menghimbau masyarakat yang ada di Bumi Serepat Serasan tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. 


Untuk peribadatan saat bulan puasa, seperti sholat tarawih berjamaah, diperbolehkan digelar dengan tidak melupakan anjuran pemerintah yakni penerapan protokol kesehatan. 


"Kita tidak mungkin larang tarawih, tapi tetap ingat maskernya selalu pakai saat jalankan ibadah tarawih berjamaah," ujar dr Zamir.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved