Sholat Tarawih Perdana di Griya Agung, Herman Deru Ajak Ramadan Kali Ini Sebagai Momentum Pemulihan

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Sholat Tarawih berjamaah bersama Forkopimda, OPD, Kanwil Kemeng, dan tokoh masyarakat di Griya Agung

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel/Linda
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Sholat Tarawih berjamaah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OPD, Kanwil Kemeng, Perguruan Tinggi, BUMN, Perbankan, dan Tokoh Masyarakat di Griya Agung, Sabtu (2/4/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Sholat Tarawih berjamaah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OPD, Kanwil Kemeng, Perguruan Tinggi, BUMN, Perbankan, dan Tokoh Masyarakat di Griya Agung.

Terlihat juga H Halim, Ustadz H Sholihin Hasibuan, dan kedua mantu  Gubernur Sumsel yaitu Syamsuddin Isaac Suryamanggala yang juga sebagai Dirut RSUD Siti Fatimah dan Muhammad Yaser yang merupakan anggota DPRD Sumsel.
 
Berbagai rangkaian kegiatan diadakan di Griya Agung untuk mengawali Safari Ramadhan seperti salat Isya bersama, salat tarawih bersama dengan imam H Abdurahman Ramli dan juga diisi dengan cermaah yang disampaikan oleh Ustadz H Sholihin Hasibuan. 


"Setelah kemarin belum menentu kapan 1 Ramadhan 1443 Hijriah, akhirnya malam ini kita bisa salat tarawih bersama," kata Herman Deru usai Sholat Tarawih di Griya Agung, Sabtu (2/4/2022).


Menurut Herman Deru, tidak ada yang salah mau mulai 1 April atau 2 April silakan saja sesuai dengan kepercayaan masing-masing. 


"Maka jangan diperdebatkan, kalau yang sudah puasa artinya sudah buka, kalau kita malam ini tarawih perdana dan besok, Minggu (3/4) mulai puasa," katanya


Herman Deru mengatakan, tarawih sebenarnya bisa sendiri, tapi Pemerintah Provinsi Sumsel mengajak semua untuk menyemarakkan bulan yang penuh berkah, sekaligus mempererat silaturahmi. 


"Besok kita menyelenggarakan puasa itu perintah, kalau puasa sunah lihat orang makan menyesuaikan, tapi kalau wajib yang tidak puasa diharapankan menyesuaikan," pesannya.


Menurutnya, jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum pemulihan, sebab dua tahun tidak ke masjid. Namun tetap dengan protokol kesehatan (Prokes).


"Kita harus jadi panutan terutama dalam spirit untuk melayani. Jangan jadikan puasa sebagai alasan, tidak ada pembenaran untuk itu," tegasnya.


Hanya masalah jam kerja yang harus diatur, dan itu sudah ditentukan BKD ataupun HRD di masing-masing perusahaan. 


"Nantinya kita juga akan ada road show ke Kabupaten/Kota. Kenapa kita harus melaksanakan ke Kabupaten/Kota, karena sebagi cara kita untuk introspeksi masing-masing," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved