Berita Palembang

Profil Ernita Nasir, Pebulutangkis Sumsel Pertama Raih Beasiswa PB Djarum, Kini Eksis Orbitkan Atlet

Ernita yang merupakan atlet pertama asal Sumsel yang mampu menembus beasiswa PB Djarum di Kudus Jawa Tengah ini lebih banyak berada di luar negeri

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Handout
Ernita Nasir pelatih bulutangkis asal Sumsel (kanan). 

 

Tak lepas juga support om Heryanto memberikan saya kesempatan untuk ikut audisi hingga saya bisa lolos ke PB Djarum Kudus tahun 1994 dan juga kak Densyah, dr Suryadi, dr Yan dan banyak lagi yang berjasa hingga saya bisa menjadi sekarang ini," beber Ernita Nasir yang kelahiran Palembang 25 Desember 1981.


Catatan prestasi Ernita Nasir selama menjadi pebulutangkis profesional antara lain; 2000 & 2001 Ouarter Finalist : Women's Doubles Player, Indonesia Open (2000, 2001) 2001 Champion : Women's Doubles Player, International Badminton Championship Jakarta Open XV, Indonesia 2001 Champion : Women's Doubles Player, Jawa Pos Gudang Garam Pro Ace, Indonesia 2000 Awardee : Most Promising Femaler Player Sanyo Indonesia Open 2000 2000 Champion: Women's Doubles Player, Walikota Cup V 2000, Malang, East Java, Indonesia. 

 

Setelah sukses melakoni sebagai atlet, Ernita Nasir ini pun terbilang sukses menjadi pelatih bulutangkis. Hanya saja perjalanan karirnya banyak tak diketahui orang.


Bahkan sudah banyak klub-klub di berbagai negara yang memakai jasanya. Diantaranya, Brunei Darussalam dan Inggris yang cukup lama menjadi sparing partner dirinya.

 

 

Hingga karir kepelatihannya bermulai di klub Jayaraya Suryanaga Surabaya, kesuksesan dalam memoles atlet berbakat juga mengantarkannya menukangi klub Penang State Badminton Asosiation di Malaysia.


Berkat tangan dinginnya, Ernita mampu mencetak atlet berbakat di negeri jiran yang saat ini masuk dalam national team Malaysia seperti Ching Kai Feng, Loo Bin Kung dan Goh Jin Wei. 
 
"Sejak tahun 2012 saya dapat tawaran untuk melatih klub di Malaysia. Saya bersyukur, setelah dipercaya melatih 2 tahun, saya bangga karena ada beberapa anak didik yang berhasil menembus nasional tim Malaysia," ujarnya. 


Setelah kesuksesannya di Malaysia, putri bungsu pasangan Muhammad Nasir Malian (alm) dan Noncik ini kembali ke Indonesia. lagi-lagi tangan dinginnya sebagai pelatih berbuah hasil saat dia dipercaya Badminton Club Exist untuk melatih di nomor tunggal putri.
 
Hasil polesannya itu mampu mengantarkan nama-nama seperti Fitriani, Priskila dan Nita menembus pelatnas. Bak pepatah gayung bersambut, kesuksesan itu juga terus menular ketika dia dipercaya menukangi PB Mutiara Cardinal hingga dia menghasilkan atlit yang sekrarang masuk di pelatnas seperti Amalia Cahaya Putri dan Saifi Rizka.
 
"Kurang lebih selama sepuluh tahun terakhir saya jadi pelatih, Alhamdulillah sudah mencicipi melatih di luar negeri dan itu menjadi pengalaman saya tersendiri.

 

 

Sangat bangga rasanya bisa berbagi pengalaman apalagi melihat keberhasilan anak didik yang memang kita latih bisa berhasil menembus pelatnas dan tim nasional," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved