MotoGP Mandalika 2022

45 MENIT Berjibaku dengan Petir, Rara Pawang Hujan Kuak Cara Ampuh Usir Hujan di Sirkuit Mandalika

Mengenai hal itu, Rara Isti Wulandari justru mengungkapkan fakta lain mengenai aksinya yang dianggap gagal itu.

Editor: Wiedarto
Kolase Tribun Medan/MotoGP
Petir di Mandalika dan Rara pawang hujan - Pengakuan Rara Pawang Hujan MotoGP Mandalika: Karena Aspal di Sirkuit Sudah Terlalu Panas 

SRIPOKU.COM, LOMBOK--Aksi Rara pawang hujan MotoGP Mandalika justru mendapat hujatan dari warganet. Pawang hujan bernama lengkap Rara Isti Wulandari mendadak hadir di balapan MotoGP Mandalika 2020.

Hal itu terkait hujan yang turun di Sirkuit Mandalika, ketika pertandingan tengah berlangsung.


Mengenai hal itu, Rara Isti Wulandari justru mengungkapkan fakta lain mengenai aksinya yang dianggap gagal itu.

Melansir Facebook Live Tribun Lombok, Rara justru mengatakan bahwa aksinya terhitung berhasil.

"Karena permintaan penyelenggara justru dingin. Meski memang tidak sampai hujan. Karena aspal di sirkuit sudah sangat panas. Selain karena cuaca, aspal tersebut memang baru diganti dan harus didinginkan," terang Rara.

Sebelumnya, Rara juga sempat menjelaskan tentang turunnya hujan di Sirkuit Mandalika.

Dia mengaku ada banyak kejadian di luar rencana yang terjadi saat itu. Termasuk ketika dia tidak bisa masuk ke srikuti karena adanya kurang koordinasi penyelenggara.

"Sebenarnya kalau pawang hujan harusnya diberi all access. Tapi tadi aku sempat berhenti di pintu B1 karena macet, ada presiden mau masuk. Jadi aku harus jalan jauh," jelasnya.

Karena itu, ketika Rara hendak melakukan aksi mengendalikan hujan, dia sudah melihat awan turun dan mengeluarkan air.

Sehingga yang bisa dia lakukan hanya meminta agar hujannya tidak begitu deras.

Sementara itu, Rara mengaku tidak masalah dengan adanya orang-orang yang tidak percaya dengan ritual pawang hujan.

"Nggak masalah, yang penting buktinya ada. Race berhasil digelar dengan adanya hujan yang turun," ungkapnya.

Terkait aksinya yang viral di media sosial hingga menjadi perhatian publik secara global, Rara mengaku tidak ada niatan untuk itu.

"Saya justru bangga bahwa salah satu upacara adat di Indonesia bisa diketahui publik," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved